ADVERTISEMENT

Anggotanya Dianiaya, Ratusan Pesilat PSHT Gruduk Polsek Dawarblandong

Psht, Dawarblandon, Perguruan Silat
Ratusan Pesilat PSHT saat demo di Maposek Dawarblandong
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

Dawarblandong, Lenteramojokerto.com – Ratusan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) gruduk di Mapolsek Dawarblandong, Mojokerto. Massa meminta polisi segera menuntaskan kasus penganiayaan yang dialami tiga anggota mereka.

Massa datang memakai atribut perguruan silat dengan mengendarai sepeda motor.Mereka berunjuk rasa di depan kantor polisi yang masuk wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tersebut.

“Ini tadi aksi spontanitas warga PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) menanyakan penyidikan yang dilakukan Polsek Dawarblandong, terkait penganiayaan yang korbannya kebetulan warga PSHT,” kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan kepada wartawan di lokasi, Senin (22/11/2021).

Psht, Dawarblandon, Perguruan Silat
Ratusan Pesilat PSHT saat demo di Maposek Dawarblandong

Massa perguruan silat akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 22.00 WIB. Itu setelah Rofiq menemui para pengunjuk rasa, dan menyampaikan proses hukum kasus penganiayaan tersebut terus berjalan. Massa kembali ke daerah masing-masing dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor.

“Kami objektif melakukan penyidikan sesuai hukum acara yang berlaku. Langkah itu masih berjalan dalam rangka mengumpulkan alat bukti agar bisa memunculkan siapa yang harus bertanggung jawab. Saya pastikan proses hukum tetap berjalan, kami melakukan penyidikan secara proporsional dan profesional sesuai hukum yang berlaku,” terangnya.

Penganiayaan oleh orang tak dikenal tersebut, lanjut Rofiq, terjadi di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong sekitar tiga bulan yang lalu pukul 00.45-01.30 WIB. Tiga korban merupakan warga PSHT. Saat itu, salah seorang korban menderita luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Berita Terkait