ADVERTISEMENT

Pria Asal Surabaya Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Polres Mojokerto Atas Kasus Investasi Bodong Berkedok Umroh

Investasi bodong, Umroh,
Korban investasi bodong berkedok umroh
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Kasat Reskrim Polres Mojokerto menetapkan seorang pria MN (43) berdomisili di Surabaya sebagai tersangka kasus investasi bodong berkedok umroh murah.

“Pihak Polres Mojokerto telah menetapkan seseorang laki-laki yang berdomisili di Surabaya sebagai tersangka pada Senin (8/11/2021),” ucap kuasa hukum korban, Sadak SH, MH saat dikonfirmasi Lenteramojokerto.com, Senin (15/11/2021).

Sadak juga menjelaskan, MN diduga menjadi otak dalam investasi bodong tersebut. Diketahui, MN telah menerima sejumlah uang dari terlapor SD. Setiap Rp 10 juta uang yang berhasil disetorkan, SD menerima komisi dari MN sebanyak Rp 200 ribu.

“Orang tersebut yang menerima sejumlah uang dari Terlapor SD, dan SD mendapatkan keuntungan dari MN sebesar Rp 200 rbu per Rp 10 jutanya,” jelas Sadak.

Masih kata Sadak, tidak menutup kemungkinan jika SD kedepannya akan ditetapkan tersangka dalam kasus investasi bodong berkedok umroh murah.
“Dan menutup kemungkinan pihak polres kedepannya akan menetapkan SD sebagai Tersangka juga,” ucapnya.

Korban, Investasi Bodong, Penipuan
Korban Penipuan Umroh dan Investasi Bodong

“Oleh karena itu, kami dari team LBHPK selaku kuasa hukum dari para korban dugaan penipuan Umroh dan Investasi bodong, memberi apresiasi yg baik atas pelayanan serta penanganan yg telah dilakukan oleh pihak polres mojokerto dalam perkara ini,” tandas Sadak.

Namun saat tim lentermojokerto.com mencoba mengkonfirmasi Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo masih tidak bisa dihubungi.

Berita Terkait