info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Otak Dibalik Investasi Bodong Berkedok Umroh Kini Diburu Polres

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Tersangka Pemerkosaan, Siswi SMP, Dugaan Pungli
Foto Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Kasus investasi bodong berkedok umroh murah dengan korban belasan emak-emak terus berlanjut. Saat ini, Polres Mojokerto tengah mengincar otak dibalik penipuan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari para korban. Menurutnya, untuk sementara korban dari Mojokerto saja berjumlah 17 orang dengan total kerugian Rp 414 juta.
“Untuk sementara kami menemukan kerugian ratusan juta,” jelas Andaru.

BACA JUGA :  Ustadz di Sooko Diduga Cabuli 3 Muridnya, Korban Mengaku 25 Kali Dicabuli
Investasi bodong, Umroh,
Korban investasi bodong berkedok umroh

Belasan korban, lanjut Andaru, saat ini telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Otak penipuan investasi bodong itu juga dalam proses pengejaran.

“Kami memburu otak penipuan ini. Kami juga mendalami adanya korban lain dari luar Mojokerto,” tandas Andaru.

Diketahui, Ibu ibu asal Desa Kintelan, Kecamatan Puri SD (39) dilaporkan ke Polres Mojokerto dengan dugaan penipuan pada, Kamis (27/5/2021).

BACA JUGA :  Diduga Melakukan Pencabulan Anak, Guru Ngaji di Sooko Dilaporkan ke Polisi

Penipuan tersebut bermula saat ke 17 korban tergiur dengan biaya murah dan investasi dengan keuntungan 14 persen per bulan.

Dalam menjalankan aksinya, terlapor (S) mendatangi korbanya dengan modus sanggup memberangkatkan umroh dengan biaya 10 Juta per orang. Selain itu, (S) juga meminta uang dengan janji mampu memberikan keuntungan setiap bulannya.Tempo hari, umroh yang dijanjikan (S) ke Korban batal, termasuk investasi mengalami kemacetan.

BACA JUGA :  Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Sooko, Keluarga Korban : Anak Saya Bercerita Sambil Menangis

Total kerugian calon jemaah umroh Rp 130 juta, sedangkan kerugian investasi fiktif Rp 284 juta. Menurut pengacara para korban, Sadak, pihaknya nekat melaporkan kasus penipuan itu karena permintaan mediasi tidak pernah direspon. “Umroh dan investasi itu semuanya bodong,” ujar Sadak kepada wartawan, Jumat (12/11/2021). (Diy)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra