info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week, Mendag: Kukuhkan Posisi Indonesia Pusat Busana Muslim Dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

 

JAKARTA, Lenteramojokerto.com – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, ‘Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat busana muslim (muslim fashion) dunia. Industri busana muslim Indonesia terus tumbuh pesat dan menjadi salah satu pemain besar di industri busana muslim global.

Hal tersebut ditegaskan Mendag Lutfi dalam konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ hari ini, Kamis (11/11) secara hibrida. Turut hadir perwakilan KADIN Indonesia sekaligus Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Nasional Anne Patricia Sutanto. Gelaran akbar ini akan berlangsung 18 November mendatang di Aquatic Gelora Bung Karno Jakarta.

BACA JUGA :  Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point

“Kami ingin bersama-sama memotret kekuatan pasar busana muslim Indonesia agar dapat diekstensifkan menjadi pilar ekonomi Indonesia di masa depan. Tugas Kementerian Perdagangan adalah sebagai agregator semua pemangku kepentingan untuk menciptakan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia,” kata Mendag Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, Kemendag memiliki tugas untuk menyatukan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha, industri, akademisi, asosiasi, hingga desainer agar dapat berkolaborasi untuk mengukuhkan kekuatan pasar busana muslim Indonesia.

BACA JUGA :  Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point

Mendag Lutfi juga menambahkan, urgensi membangun ekosistem industri busana muslim lokal adalah mendukung pelaku usaha busana muslim Indonesia, yang sekitar 90 persennya merupakan usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mendapatkan daya tawar yang lebih baik di pasar global.

“UKM sulit bersaing di pasar internasional jika berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, kami ingin mengumpulkan semua pemangku kepentingan dalam satu naungan ekosistem, sehingga Indonesia memiliki daya tawar yang lebih baik dalam hal ekspor,” ungkap Mendag Lutfi.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra