ADVERTISEMENT

Jembatan Penghubung Antar Kabupaten Rusak, Ini Langkah Bupati Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
jembatan, penghubung, rusak
Foto Kondisi jembatan di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong yang rusak

 

Dawarblandong, Lenteramojokerto.com – Jembatan penghubung antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Gresik putus membuat warga resah. Bagaimana tidak, agar bisa menyebrangi sungai warga harus memutar sejauh tiga kilometer.

Jembatan penghubung yang berlokasi di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong rusak pada Selasa dini hari (9/11/2021). Diketahui penyebabnya dikarenakan diterpa hujan deras yang turun menyebabkan debit air Kali Lamong meningkat dan meluap beberapa hari lalu. Akibatnya, lima tiang penyangga terlepas hingga membuat bagian tengah ambles. Kondisi jembatan yang rusak parah, membuat warga sekitar menutup total agar tidak dilalui kendaraan bermotor.

BACA JUGA :  Terungkap, Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes Mojokerto Bertambah Jadi Lima Orang

Keresahan warga Talunblandong ini langsung disikapi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati yang langsung meninjau kondisi jembatan pada, Rabu (10/11/2021). Ia juga bakal secepatnya melakukan perbaikan .

“Pemerintah memastikan akan memberikan perhatian penuh terdapat kawasan perbatasan, dan juga jembatan ini merupakan akses anak-anak sekolah,” kata Ikfina.

Ikfina saat meninjau kondisi jembatan di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong

Ikfina juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bisa bekerjasama agar secepatnya bisa memperbaiki jembatan ini. Tak tanggung-tanggung, Ikfina menargetkan waktu satu pekan kepada Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto agar bisa menyelesaikan perbaikan jembatan ini.

BACA JUGA :  Dianggap Jadi Biang Kemacetan, Pemkot Mojokerto Akan Relokasi PKL Di Benteng

 

“Segera kita perbaiki jembatan yang rusak ini. Rencananya, perbaikan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) yang sifatnya kedaruratan,” papar Ikfina.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra