info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Mengembalikan Definisi Banting Tulang Pada Tempatnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

 

Opini – Sebagai anak pertama, ada kewajiban untuk menghidupi keluarga dari sisi finansial. Beban tersebut banyak dirasakan sebagian anak yang menduduki peringkat pertama pada perlombaan melahirkan tingkat keluarga. Algoritma yang sebelumnya merupakan representatif dari generasi milenial berubah menjadi lowongan kerja yang masif dan cukup membosankan ketika membuka gawai yang kita gunakan. Dengan mencoba mengirim CV dari pabrik ke pabrik berharap ada satu dari beberapa pabrik yang setidaknya memanggil. Banting tulang sering digunakan untuk mendeskripsikan apa yang saya jelaskan tadi di awal. Tapi, kali ini beda, tentang definisi banting tulang yang sebenarnya.

 

Beberapa hari lalu ada sebuah kejadian yang merubah saya dalam memahami kiasan banting tulang. Sentuhan yang sangat tegas dari yang diperagakan oleh judo master telah berhasil menggeser trending medsos. Meskipun kesenian beladiri sudah beberapa kali trending, tapi kali ini dilakukan oleh judo master ditempat umum. Beliau memperagakan bagaimana cara melakukan teknik bantingan secara efektif dan sempurna. Kelihaian beliau terlihat ketika sudah melihat anak murid tergeletak di atas trotoar dengan kondisi kejang-kejang. Tandanya, teknik yang dilakukan judo master mencapai indikator sukses. Sang anak murid segera disadarkan oleh judo master dan dengan tidak sadar menjadi trending.

 

Kejadian itu yang membawa saya mengingat apa kata guru beladiri saya dulu tentang pentingnya membela diri. Karena kita tidak tahu bahaya yang akan mengancam kita ketika kita berada disuatu tempat. Setiap teknik dasaran yang diajarkan pelan-pelan muncul dalam ingatan. Teknik pukulan, tendangan dan bantingan masih bisa diingat meskipun itu sudah belasan tahun tidak pernah ikut beladiri lagi. Kejadian ini sangat mengingatkan pentingnya belajar ilmu beladiri.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra