ADVERTISEMENT

Korban Pencabulan di Ponpes Kutorejo Bertambah 5 Anak, Polisi Buka Posko Pengaduan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Mojokerto, Lenteramojokerto Kasus pencabulan yang terjadi di salah satu pesantren di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto terus berlanjut. Saat ini, korban pencabulan yang dilakukan AM (53) yang merupakan pengasuh ponpes tersebut, sudah mencapai 5 anak. Bahkan, Polres Mojokerto membuka posko pengaduan untuk membantu penanganan kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andary Rahutomo mengatakan, korban pencabulan masih berusia antara 8 – 14 tahun, korban merupakan santri dari AM.
“saat ini terdapat lima santri yang diduga menjadi korban kasus pencabulan itu,” ucap Andaru, Minggu (7/11/2021).

Andaru juga menjelaskan, saat ini pihak kepolisian sudah membuka posko pengaduan agar korban berani melapor. Posko pengaduan tersebut dibuka sejak Selasa (2/11/2021).
“Jumlah korban pencabulan bisa jadi tidak hanya lima santri, Untuk itu polisi membuka posko pengaduan,” Andaru menjelaskan.

 

Bagi para korban dan keluarganya yang ingin melapor, bisa mendatangi petugas di Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mojokerto.

“Harapan kami agar siapa saja yang merasa menjadi korban, bisa melapor. Kami buka posko pengaduan di unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” kata Andaru.

Sebelumnya, AM telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur sejak pada 19 Oktober. AM saat ini sudah ditahan pihak kepolisian.

Dalam kesehariannya, AM merupakan seorang pengasuh pesantren di wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Adapun korbannya, lima santri di pesantren yang ia pimpin.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra