ADVERTISEMENT

Cabuli Santriwati Dibawah Umur, Pengasuh Ponpes di Kutorejo ditetapkan Tersangka

Ponpes, Pencabulan
Terlapor kasus pencabulan terhadap santriwati, Achmad Muhlish, 52 tahun, (kanan) didampingi pengacaranya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto, Selasa (19/10/2021).
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

 

Kutorejo, Lenteramojokerto.com – Setelah melakukan pencabulan terhadap santriwati yang masih dibawah umur, kini Achmad Muhlish (52) pengasuh pondok pesantren (ponpes) Darul Muttaqin di kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersebut diketahui dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto dari kepolisian, Selasa (19/9/2021).
“Dalam SPDP yang diterima Kejaksaan pada Selasa kemarin, Statusnya (Achmad Muhlish) sudah menjadi tersangka,” kata Ivan Yoko, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Rabu (20/10/2021).

Sejak dilaporkan kuasa hukun korban pada, Jum’at (15/10/2021), AM sudah menjalani dua kali pemeriksaan oleh penyidik Polres Mojokerto. diantaranya pada hari Senin (18/10/2021), AM diperiksa sebagai terlapor. Ke esokan harinya, Selasa (19/10/2021), AM diperiksa sebagai tersangka.

AM disangka dengan pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Achmad Muhlish (52) dilaporkan korban bersama orang tua melapor ke Unit Pelayanan Perlakuan dan Anak (UPPA) Polres Mojokerto, pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Dalam pengakuan korban yang masih berusia 14 tahun merupakan seorang santriwati asal Kecamatan Buduran, Sidoarjo, dirinya sudah dicabuli dan disetubuhi oleh pelaku sejak 2018 di salah satu kamar asrama santri putri yang tidak ditempati dalam pondok,

Berita Terkait