ADVERTISEMENT

Usai Pimpinannya Dilaporkan Ke Polisi, Ponpes Darul Muttaqin Terlihat Sepi

Ponpes, Pencabulan
Terlapor kasus pencabulan terhadap santriwati, Achmad Muhlish, 52 tahun, (kanan) didampingi pengacaranya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto, Selasa (19/10/2021).
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

Kutorejo, Lenteramojokerto – Pimpinan pondok pesantren (ponpes) Darul Muttaqin, di Kecamatan Kutorejo, kabupaten Mojokerto, nampak sepi usai sang pimpinan dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap santriwatinya yang masih berusia 14 tahun.

 

Tidak seperti pesantren pada umumnya yang memiliki bangunan seperti sekolah, ponpes yang dipimpin oleh terlapor berinisial MA (52) itu menempati sebuah rumah di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi ponpes, tidak nampak seorang pun di tempat tersebut, pagar pondok sudah digembok, pintunya juga tertutup rapat. Banner nama pesantren pada teras bangunan juga sudah dilepas.

 

Seorang warga setempat, TW (21) mengatakan, Ponpes itu telah ditutup sejak Jumat (15/10), tepatnya setelah orangtua santri yang diduga dicabuli MA melapor ke Polres Mojokerto. Kemudian pengasuh ponpes dan anggota keluarganya pergi meninggalkan ponpes di hari yang sama, sekitar pukul 20.00 WIB. Sedangkan para santri dipulangkan ke orangtuanya masing-masing.

Ponpes, Pencabulan, darul muttaqin
Terlapor kasus pencabulan terhadap santriwati, Achmad Muhlish, 52 tahun, (kanan) didampingi pengacaranya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto, Selasa (19/10/2021).

“Jumat malam tidak ada orang, santri dan keluarga (pengasuh ponpes) tidak ada. Sekitar jam 8 malam, AM dan keluarganya pergi, setelah itu sudah tidak pulang lagi,” kata TW kepada wartawan di lokasi, Selasa (19/10/2021).

Berita Terkait