info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Terancam Gulung Tikar, Petinggi Pemkot Masuk Dalam Penunggak Hutang di BPRS Kota Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Mojokerto, Lenteramojokerto – Bank pembiayaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto yakni PT. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (BPRS Mojokerto) terancam gulung tikar. Hal ini disebabkan banyaknya hutang tak tertagih sudah mencapai Rp. 20,9 miliar. Tidak hanya itu, beberapa petinggi Pemkot juga masuk dalam list penunggak hutang.

 

Berdasarkan data yang ada besaran dari pinjaman pejabat berplat merah itu bervariasi, mulai Rp 45,2 juta hingga ratusan juta rupiah. namun ada juga dengan modus memakai nama orang lain sebagai nasabah di BPRS Mojokerto hingga totalnyapun mencapai milyaran rupiah.

BACA JUGA :  Usut Dugaan Korupsi BPRS, Kejaksaan Kota Mojokerto : Calon Tersangka Lebih Dari Satu
terancam gulung tikar, BPRS Kota Mojokerto, Pejabat Pemkot, Petinggi Pemkot
Terancam Gulung Tikar, Petinggi Pemkot Masuk Dalam Penunggak Hutang di BPRS Kota Mojokerto

Bobroknya manajemen BUMD plat merah seolah menjadi ladang subur menguras uang rakyat yang dilewatkan melalui konsep mafia perbankan.

 

Bahwa pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) tanggal 3 Agustus 2021 Komisaris Utama Sulam Andjar Rochim yang menyatakan bahwa PT. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto mempunyai Non Performing Loan (NPL) sebesar 61% dan berdasarkan Rasio NPL yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia adalah 5% kalau NPL sudah diatas 5%, maka kredit macetnya semakin tinggi dan mendapat warning dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BACA JUGA :  Periksa 4 Saksi, Kejari Kota Mojokerto Usut Dugaan Korupsi PT BPRS

 

Saat itu Komisi I juga menyinggung masalah Capital Adequacy Ratio (CAR) yang dimiliki oleh BPRS Mojokerto dan menurut Komisaris Utama Sulam Andjar Rochim sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/15/PBI/2008 nilai CAR minimal adalah 8% (delapan prosen). Bank yang dianggap sehat, sayangnya pertanyaan dari anggota Komisi I tidak terjawab oleh Komisaris Utama berapa nilai CAR yang dimiliki oleh BPRS Mojokerto.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra