info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Proyek Alun-Alun Minus, HMI Mojokerto Desak APH Turun Tangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Mojokerto Kota, Lenteramojokerto.com – Progres proyek prestisius rehabilitasi Taman Alun-alun tugu Majapahit yang mengalami minus membuat Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Cabang Mojokerto mendesak aparat penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan.

Tugu Majapahit yang direncanakan setinggi 45 meter dengan nilai Rp 2.8 miliar yang dikerjakan oleh CV Indraprasta minus sebesar 11 persen, hal itu sontak dinilai kalangan mahasiswa berlambang bulan bintang itu jadi raport merah.

BACA JUGA :  Kasus Limbah di Bekas Galian C Mojokerto, Polres Uji Sampel ke DLH Jatim

Ketua Cabang HMI Mojokerto Elang Tedja Kusuma mengatakan bahwa proyek preng ini tidak boleh terus terusan menyengsarakan rakyat.

“Masyarakat tidak butuh sesuatu yang megah yang menyedot anggaran hingga milyaran rupiah, namun butuh perbaikan ekonomi. Oleh karena kami HMI Mojokerto mendesak kinerja aparatur pemerintah, ” Terang Tedja saat demi di alun alun Kamis ( 14/10/2021 ).

HMI, HMI Mojokerto

Sebelumnya, Komisi II DPRD Kota Mojokerto sidak ke tiga proyek rehabilitasi, pihak legislatif menemukan indikasi pengesuban dua proyek oleh pemenang tender. Bahkan, Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Moch. Rizky Fauzy Pancasilawan menilai jika kedua proyek tersebut jauh dari harapan.
“Proyek Alun-alun minus 11 persen. Indikasinya Kalau taman budaya bahari progres pekerjaan minus 20 persen. Indikasinya juga sama, proyek tersebut disub (kontrak) kan. Tapi ini baru dugaan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kasus Limbah di Bekas Galian C Mojokerto, Polres Uji Sampel ke DLH Jatim

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan tersebut akan menindaklanjuti untuk menggelar hearing terkait carut marutnya kondisi kedua proyek tersebut. Usai berkonsultasi dengan ketua DPRD, Rizky menyatakan akan memanggil kedua rekanan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pemilik proyek dalam waktu tidak terlampau lama.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra