ADVERTISEMENT

Diduga Pengerjaan Disubkan, Progres Penyelesaian Proyek Rehabilitas Tugu Alun-Alun Alami Minus

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

Mojokerto Kota, Lenteramojokerto.com Proyek Rehabilitas taman dan tugu alun-alun senilai Rp 2,8 miliar dan taman budaya wisata bahari dengan nilai Rp 3,9 miliar Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengalami minus dalam penyelesaiannya.

Proyek rehab Alun-alun yang dikerjakan CV Indraprasta minus 11 persen, bahkan ditinggalkan pekerja. Sedangkan proyek taman sebagai pendukung sungai Ngothok yang dikerjakan CV Aspira Utama malah lebih parah, minus 20 persen.

Dalam sidak Komisi II DPRD Kota Mojokerto di tiga proyek rehabilitas tersebut, pihak legislatif menemukan indikasi pengesuban dua proyek oleh pemenang tender. Bahkan, Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Moch. Rizky Fauzy Pancasilawan menilai jika kedua proyek tersebut jauh dari harapan.
“Proyek Alun-alun minus 11 persen. Indikasinya Kalau taman budaya bahari progres pekerjaan minus 20 persen. Indikasinya juga sama, proyek tersebut disub (kontrak) kan. Tapi ini baru dugaan,” ungkapnya.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan tersebut akan menindaklanjuti untuk menggelar hearing terkait carut marutnya kondisi kedua proyek tersebut. Usai berkonsultasi dengan ketua DPRD, Rizky menyatakan akan memanggil kedua rekanan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pemilik proyek dalam waktu tidak terlampau lama.

Dalam sidak di Alun-alun para anggota komisi tersebut menemui hanya empat pekerja saja. “Dilokasi kami ketemu empat pekerja, dan mereka orang Mojokerto. Ditanya siapa bosnya, bilangnya nggak tahu.
Kepala tukangnya ngomong kalau mereka anak buah Andika, ” Terang Rizky kemudian.

Berita Terkait