ADVERTISEMENT

Kredit Macet, Hutang Tak Tertagih di BPRS Kota Mojokerto Sentuh Rp 20 miliar

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

 

 

Mojokerto Kota, Lenteramojokerto.com  – PT. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (BPRS Mojokerto) mengalami kolaps. saat kini, kredit di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah ( BPRS ) mengalami kemacetan. Bahkan, nilai hutang tak tertagih sudah mencapai 40,22 persen dengan nominal mencapai Rp. 20,9 miliar.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tanggal 3 Agustus 2021 Komisaris Utama Sulam Andjar Rochim yang menyatakan bahwa PT. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto mempunyai Non Performing Loan (NPL) sebesar 61% dan berdasarkan Rasio NPL yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia adalah 5% kalau NPL sudah diatas 5%, maka kredit macetnya semakin tinggi dan mendapat warning dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Saat itu Komisi I juga menyinggung masalah Capital Adequacy Ratio (CAR) yang dimiliki oleh BPRS Mojokerto dan menurut Komisaris Utama Sulam Andjar Rochim sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/15/PBI/2008 nilai CAR minimal adalah 8% (delapan prosen). Bank yang dianggap sehat, sayangnya pertanyaan dari anggota Komisi I tidak terjawab oleh Komisaris Utama berapa nilai CAR yang dimiliki oleh BPRS Mojokerto.

 

Dari data yang ada bahwa nasabah Kurang Lancar sebesar 15,79 persen dengan total nilai Rp  8.227.396.465, diragukan sebesar 10,15 persen Rp. 5.291.579.904, Kredit macet 40,22 persen Rp. 20.957.785.171 dan NPL sebesar 66,16 persen Rp. 34.476.761.540.

Berita Terkait