info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

BBWS Brantas Sayangkan Pemerintah Mojokerto Lambat Sikapi Galian C yang Masuk Sungai

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Surabaya, Lenteramojokerto.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur menyayangkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang tidak tegas menyikapi Galian-C yang memasuki wilayah sungai.

Informasi masuknya galian-c ke wilayah sungai diketahui BBWS Brantas setelah mendapatkan surat tembusan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI yang diterbitkan pada 16 Agustus 2021.

Anggota Unit Penertiban BBWS Brantas Jawa Timur Satiawan mengatakan, pihaknya sudah merencanakan untuk sidak ke lokasi galian c yang diduga masuk ke wilayah sungai. Namun ketika BBWS mengajak Pemerintah setempat, masih tidak ada respon.
“Kita berencana turun bersama dengan pemegang kebijakan setempat. Tapi dari DPRD setempat tidak menjawab sama sekali,” ucapnya pada, Selasa (5/10/2021).

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto Naik ke Tahap Penyidikan, SPDP Sudah Diterima Kejari

Bbws, Brantas, Galian C, PSPLM

Keinginan BBWS Brantas terjun ke lokasi galian c dengan pemegang kebijakan setempat, agar bisa langsung melakukan tindakan pengusaha galian c yang terbukti melakukan kesalahan.
“Kalau bareng dengan ESDM, DPRD dan Pemkab setempat kan enak, bisa langsung ditindak. Soalnya wewenang kita hanya sebatas memberikan rekomendasi tidak bisa menindak, sedangkan yang berhak melakukan tindakan ya pemerintah setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut, BBWS Brantas mengatakan seharusnya Pemerintah Mojokerto lebih aktif dalam menyikapi galian c, khusunya yang masuk ke sungai.
“Harusnya Pemkab yang mengundang kita, bukan kita yang bertanya ke mereka. Kan mereka yang memiliki wilayah dan paham kondisi setempat,” tegasnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra