ADVERTISEMENT

Pelaku Pemerkosaan Anak Dibawah Umur di Dlanggu Kini Sudah Ditahan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
pelaku pemerkosaan, dua pelaku pemerkosaan, anak dibawah umur, dlanggu, mojokerto
Foto Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo

Mojokerto Kabupaten, Lenteramojokerto.com – Dua pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur PD (15) warga Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto kini sudah ditahan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, tersangka pemerkosaan berinisial P (65) dan W (57) saat ini sudah ditahan di Kejaksaan Negri Kabupaten Mojokerto.

“Pelaku saat ini sudah di kejaksaan, sudah ditahan disana,” kata AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo pada lenteramojokerto.com pada, (30/9/2021).

Lebih lanjut, alasan Polres Mojokerto baru menahan pelaku pemerkosaan setelah tiga bulan kasus berjalan lantaran kodisi Covid-19 pada waktu itu sedang tinggi-tingginya.

“Dulu kan Covid-19 sedang tinggi-tingginya, sekarang sudah ditahan,” ucapnya.

Masih kata andaru, saat ini kedua kakek pelaku pemerkosaan terhadap siswi yang masih duduk dibangku SMP tersebut sudah ditetapkan tersangka, dan juga kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

“ya kasus tersebut sudah kita limpahkan ke kejaksaan, pelaku juga  sudah ditahan,” pungkasnya.

pelaku pemerkosaan, dua pelaku pemerkosaan, anak dibawah umur, dlanggu, mojokerto
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo

Sebelumnya, pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMP, PD (15) warga Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto masih belum ditahan ( Bebas ), Rabu (22/9/2021).

Alasan Polres Mojokerto tidak menahan tersangka pemerkosaan berinisial P (65) dan W (57), karena pertimbangan faktor usia dan tingginya kasus penyebaran Covid-19 pada saat penyidikan bulan Juli 2021 lalu

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, Alasan pelaku pemerkosaan tidak ditahan lantaran tingginya Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. namun pihaknya berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara adil.
“Kami tetap berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum. Alasan tidak kami tahan karena pada saat penetapan tersangka (pertengahan Juli) Covid sedang naik, selain itu usia para tersangka sudah cukup tua, satu 57 tahun dan satunya 65 tahun,” kata Andaru, Rabu (22/9/2021).

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra