ADVERTISEMENT

Tugu Kaca Pengilon Rusak, DKD Sempat Akan Somasi Pemkot Mojokerto

Tugu kaca pengilon, dkd, kota mojokerto
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

Mojokerto Kota, Lenteramojokerto.com Terkait pecahnya teks proklamasi tugu kaca pengilon, Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ternyata sudah mengingatkan Pemkot agar tidak merusak teks proklamasi. Bahkan, setelah mengetahui pecahnya teks proklamasi, DKD sempat akan mengeluarkan Somasi.

Ketua Divisi Kajian dan Pengembangan DKD Kota Mojokerto, Ayuhannafiq mengatakan, dirinya sempat marah setelah mengetahui teks proklamasi yang ada di tugu kaca pengilon rusak.
“Saya sempat marah-marah di grub DKD Kota Mojokerto, soalnya teks proklamasi rusak,” ucap Ayuhannafiq saat audiensi dengan PMII Mojokerto di Kantor Kesbangpol Kota Mojokerto, Rabu (29/9/2021).

Akhirnya, lanjut Ayuhannafiq, ia meminta agar DLH Kota Mojokerto mengumpulkan serpihan teks proklamasi yang sudah hancur. Bahkan DKD mengancam akan mengisomasi Pemerintah jika pengumpulan teks proklamasi di tugu kaca pengilon tidak dilakukan.
“Saat kita cek serpihanya masih berserakan, kami pun meminta DLH mengumpulkan itu (teks proklamasi) kalau tidak akan kita somasi. Akhirnya DLH mengumpulkan serpihan tersebut, masih ada iktikat baik dari pihak DLH makanya tidak jadi (Somasi),” jelasnya.

Tugu kaca pengilon, dkd, kota mojokerto
Tugu kaca pengilon sebelum dibonkar (kiri) dan sesudah dibongkar (kanan)

Sementara itu, Ayuhannafiq mengatakan bahwa DKD yang juga memberikan Rekomendasi design tugu alun-alun, sudah mengingatkan pemkot agar menjaga tugu kaca pengilon. Hanya saja, pesan tersebut tidak sampai ke Pemkot hingga terjadi insiden pecahnya teks proklamasi yang kaya nilai sejarah.
“Sudah kita sampaikan (peringatan) berulangkali, namun ada miss komunikasi,” tegasnya.

Berita Terkait