ADVERTISEMENT

Khofifaf Serahkan 32 Sertifikat Hak Pakai Aset Pemda ke Pemkab Mojokerto

32 Sertifikat, Kofifah, Aset Pemda
Kofifah Serahkan 32 Sertifikat Aset Pemda ke Pemkab Mojokerto
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

 

Mojokerto Kabupaten, Lenteramojokerto.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 32 sertifikat hak pakai atas aset Pemda ke Pemkab Mojokerto, Jumat (24/9/2021).

Penyerahan yang diterima oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati tersebut, dilakukan di Kantor ATR/BPN Provinsi Jawa Timur, Jumat (24/9/2021) lalu.

32 Sertifikat, Kofifah, Aset Pemda
Kofifah Serahkan 32 Sertifikat Aset Pemda ke Pemkab Mojokerto

Penyerahan sertifikat tersebut tidak hanya diterima oleh Pemkab Mojokerto, melainkan Pemkot Surabaya, Pemkab Gresik, Pemkot Mojokerto, Pemkab Malang, Pemkab Jombang, Pemkab Lamongan, Pemkab Sidoarjo dan Kantor Pertanahan Surabaya. Total kesemuanya adalah 362 sertifikat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan, percepatan pembangunan dan kemudahan izin berusaha dan tata ruang dianggap menjadi panglima, khususnya setelah terbit UU Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020.

Gubernur Jatim berpesan agar penerbitan sertifikat terus dimaksimalkan. Hal ini lantaran di dalam UU Cipta Kerja mengamanatkan pengintegrasian tata ruang rencana zonasi, kawasan, dan lain-lain.

“UU Cipta Kerja salah satu tujuannya adalah memperbaiki persoalan perizinan kegiatan perusahaan, juga terkait tentang pentingnya tata ruang. Kemudahan perizinan usaha harus didukung melalui penyederhanaan persyaratan,” ungkap Khafifah dikutip dari TIMES Indonesia Senin (27/9/2021).

Khofifah menambahkan kesemua prasyarat ini harus didorong bersama. Dalam skup paling kecil mulai dari lurah sampai kepala daerah.

“Ini harus didorong bersama-sama pemerintah daerah, dan kita percepat penerbitannya. Kepala daerah, camat dan lurah mohon bersama-sama mendorong percepatan penerbitan sertifikat. Kementerian ATR BPN telah meluncurkan inovasi dan terobosan baru Sistem Informasi Geospasial Tata Ruang (GISTARU),” pesan Gubernur Jawa Timur.

Berita Terkait