ADVERTISEMENT

Trauma Berat, Anak Dibawah Umur di Dlanggu Jadi Korban Pemerkosaan

Pemerkosaan, korban pemerkosaan, anak dibawah umur, anak smp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

 

Dlanggu, Lenteramojokerto.comAnak dibawah umur yang masih duduk di Kelas 2 SMP menjadi korban pemerkosaan kini mengalami trauma berat.

 

Saat ini, PD (15) yang tinggal bersama neneknya di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tidak berani keluar rumah.

Pemerkosaan, korban pemerkosaan, anak dibawah umur, anak smp
Gambar ilustrasi

Nenek korban, Alf (60), mengatakan, saat ini PD tengah hamil. Bahkan, PD harus putus sekolah karena trauma serta tidak berani keluar rumah.
“Dia kalau ketemu pelaku masih tidak berani. Sejak bulan puasa dia tidak mau sekolah. Cuaman kata Bu Camat setelah babaran (lahiran) dia disekolahkan lagi,” kata Alf pada, Rabu (22/9/2021).

 

Masih kata Alf, sejak balita PD telah ditinggalkan kedua orang tuanya. Selama ini, PD dirawat neneknya dan kakak laki-lakinya. Hanya saja, kakaknya sekarang jarang ada dirumah.
“Kadang kakaknya setiap minggu untuk memberi Rp 100 ribu. Kadang juga dapat bantuan sama Bu Camat dan tetangga,” beber Alf.

 

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari Alf mengaku hanya mengandalkan penghasilan kakaknya yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Terkadang juga mendapat bantuan dari orang lain.

Sementara itu, Dua pria yabg diketahui berinisial W (57) dan P (65), telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini kedua tersangka tengah menjalani proses hukum terkait kasus pemerkosaan tersebut.

Saat melakukan aksi bejatnya tersebut, W melakukan persetubuhan terhadap korban pada 3 April 2021 di sebuah gubuk tengah sawah. Setelahnya, W memberi uang Rp 20 ribu kepada korban.

Berita Terkait