info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

DKD Minta DLH Kumpulkan Serpihan Teks Proklamasi di Tugu Kaca Pengilon

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
DKD, Teks Proklamasi, Tugu Kaca Pengilon, Alun-Alun, Mojokerto
Foto Serpihan teks proklamasi di tugu kaca pengilon yang hancur karena pembongkaran Tugu Alun-alun Kota Mojokerto dengan alat berat Excavator pada, Kamis (9/9/2021).

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Teks proklamasi yang terletak di tengah Tugu Kaca Pengilon di Alun-Alun Kota Mojokerto kini telah hancur dan menjadi serpihan. Akhirnya, Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto minta DLH Kota Mojokerto untuk mengumpulkan serpihan teks proklamasi yang sudah menjadi puing-puing.

Hancurnya prasasti yang dibuat pada tahun 1949 tersebut terjadi saat pembongkaran Tugu Alun-alun Kota Mojokerto dengan alat berat Excavator pada, Kamis (9/9/2021). pembongkaran tersebut untuk melancarkan proyek rehab tugu alun-alun dengan anggaran Rp 2,3 miliar.

Anggota divisi Kajian dan Pengembangan DKD Kota Mojokerto Nugroho mengatakan, pengumpulan serpihan teks proklamasi tersebut rencananya akan dibuatkan duplikat yang akan ditampilkan di tugu yang baru.

“Ya saya memang meminta ke DLH untuk mengumpulkan serpihan (Teks Proklamasi) itu, rencananya pekan depan akan dirapatkan lagi dengan DLH,” kata Putut sapaan akrab Nugroho, saat dikonfirmasi Lenteramojokerto.com, Sabtu (18/9/2021).

DKD, Teks Proklamasi, Tugu Kaca Pengilon, Alun-Alun, Mojokerto
Serpihan teks proklamasi di tugu kaca pengilon yang hancur karena pembongkaran Tugu Alun-alun Kota Mojokerto dengan alat berat Excavator pada, Kamis (9/9/2021).

Selain duplikasi, rencananya teks proklamasi yang lama akan dipasang bersebelahan dengan duplikasinya.
“Sebagai pengingat birokrat agar kalau melakukan sesuatu tidak ngawur, akhirnya malah merusak teks proklamasi itu,” ucapnya.

 

Putut juka mengaku bahwa pihak DKD sudah mengingatkan secara lisan kepada pemerintah kota sebelum alun-alun dibongkar.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra