ADVERTISEMENT

Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit di Kumitir Kembali di Ekskavasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Jejak peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto kini kembali di ekskavasi tahap tiga, Senin (6/9/2021). Proses Ekskavasi yang dilakukan oleh Pemkab Mojokerto bekerjasama dengan BPCB Trowulan dan para akademisi di bidangnya dijadwalkan berlangsung kurang lebih selama 22 hari ke depan (6-28 September 2021).

Berdasarkan beberapa sumber, para arkeolog meyakini bahwa situs seluas 6 hektar tersebut merupakan bagian dari jejak arkeologis Kerajaan Majapahit yakni istana Raja (Bhre) Wengker. Raja Wengker menurut sejarah, adalah menantu pendiri Majapahit Raden Wijaya sekaligus paman Hayam Wuruk.

Proses ekskavasi tersebut dibuka langsung oleh Bupati Mojokerto dengan pemotongan tumpeng, dilanjut dengan tasyakuran di Pendapa Balai Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo. Dalam pembukaan tersebut, Bupati Mojokerto didampingi Sinarto Kepala Dinas Budpar Provinsi Jawa Timur, Zakaria Kasimin Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Amat Susilo Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, serta Maslukman Plt. Camat Jatirejo.

Bupati Ikfina pada sambutan arahan berpesan, agar aktivitas pembangunan di Desa Kumitir dilakukan secara hati-hati untuk mendukung ekskavasi. Hal ini sebagai langkah antisipasi, karena para arkeolog banyak yang meyakini akan ada temuan baru yang mungkin terjadi ke depan. Bupati juga menyebut Situs Kumitir sebagai masa depan cerah bagi Mojokerto, karena akan menambah daftar penemuan baru dan pembuktian budaya Majapahit. Maka dari itu, bupati berpesan agar proses pembangunan yang ada di Desa Kumitir, dilakukan secara hati-hati.

Berita Terkait