ADVERTISEMENT

Nasib Bansos Anak Yatim Karena Covid 19 Ditangan Bupati Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Bansos, anak yatim, covid-19
Foto Bupati Mojokerto, Ikfina Rahmawati saat memberikan bantuan
Bansos, anak yatim, covid-19
Bupati Mojokerto, Ikfina Rahmawati saat memberikan bantuan

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto akhirnya sudah merampungkan pendataan anak yatim akibat ditinggal orang tuanya meninggal terpapar Covid-19. Saat ini, data tersebut telah diajukan ke Bupati Mojokerto untuk mendapatkan persetujuan sebelum dikirimkan ke Kementrian Sosial (Kemensos) RI.

Kasi Rehabilitas Sosial Dinsos Kabupaten Mojokerto, Ahmad Zainul Hasan mengatakan, anak yatim yang ditinggal orang tuanya meninggal terpapar Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sejauh ini mencapai 524 anak. Data tersebut saat ini sudah Dinsos serahkan ke Bupati Mojokerto untuk disetujui.

BACA JUGA :  23 Pejabat (PTP) Dan Administrator Dilantik Ikfina

“Rabu (1/9/2021) kemarin kami serahkan ke Ibu Bupati untuk mendapatkan tanda tangan pengantar untuk dikirim ke Kemensos,” papar Zainul saat dikonfirmasi Lenteramojokerto.com melalui WhatsApp, Jum’at (3/9/2021).

Meskipun sudah diserahkan ke Ikfina Rahmawati selaku Bupati Mojokerto, Zainul mengaku bahwa data anak yatim yang ditinggal orang tuanya meninggal Covid-19 belum paten (dapat berubah).

“Karena Bupati minta segera dikirim, namun data yang maasuk dari desa desa tetap kita tampung dan kita himpun,” ucapnya.

BACA JUGA :  23 Pejabat (PTP) Dan Administrator Dilantik Ikfina

Selanjutnya, data anak yatim yang ditinggal orang tuanya meninggal terpapar Covid-19 akan Dinsos kirimkan ke Kementrian sosial agar bisa mendapatkan bantuan sesuai intruksi kemensos melalui surat edaran nomor S-236/MS/C/HK.01/8/2021 yang dikirimkan sejak tanggal 9 Agustus 2021.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dinsos Kabupaten Mojokerto sempat mengalami kendala dalam menyelesaikan pendataan anak yatim yang ditinggal orang tuanya meninggal terpapar Covid-19 tersebut. Banyaknya tahapan, termasuk verifikasi ke wilayah desa terlebih dahulu menyebabkan proses pendataan memerlukan waktu lebih.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra