info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Mural ‘Kritik Dilarang’ di Perempatan Sooko Dihapus, Muncul Tulisan Promosi Cat Babinsa

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Mural, Kritik Dilarang
Foto Foto mural yang dihapus di Perempatan Sooko, Kabupaten Mojokerto
Mural, Kritik Dilarang
Foto mural yang dihapus di Perempatan Sooko, Kabupaten Mojokerto

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Mural yang bertuliskan “Kritik Dilarang” di simpang empat Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto kini telah dihapus oleh aparat pemerintah Desa Sooko bersama TNI Babinsa desa setempat. Setalah gambar mural ditindas dengan cat putih, kini muncul tulisan seperti promosi menggunakan cat semprot berbunyi: “Cat Gratis Hub: Babinsa”.

“Pagi kemarin (Rabu, 1 September) baru kita ketahui dan belum tahu siapa yang membuat,” kata Kepala Desa Sooko Heppi Iswahyudi, Kamis, 2 September 2021.

BACA JUGA :  Akselerasi Baligh jadi Modus Terduga Pelaku Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto

Heppi mengatakan, penghapusan coretan di dinding di perempatan jalan sooko tersebut pada Selasa, 31 September 2021. tersebut karena dinilai bernada provokatif. Dan atas sindiran tersebut pemerintah desa bersama TNI dan Polri sepakat tidak akan menghapus atau menanggapinya kembali dan tetap melakukan patroli di malam hari utamanya di lokasi tersebut.

“Kita biarkan dan tidak kita hapus,” ucapnya.

“Sampai sekarang kita masih belum mengetahui siapa yang membuat tulisan itu, soalnya kalau bikin tulisan selalu malam hari,” katanya.

BACA JUGA :  Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Sooko, Keluarga Korban : Anak Saya Bercerita Sambil Menangis

 

Sebelumnya, sebuah gambar mural berisi tulisan sindiran atau kritik diduga ditujukan pada pemerintah dan elit politik tertentu muncul di sebuah tembok di simpang empat Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Namun kemudian gambar mural tersebut dihapus dengan ditumupuk atau ditindas cat warna putih.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra