info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Galian C Rusak Aliran Sungai Dua Desa di Gondang, PSPLM Tagih Polres Bertindak

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Rusak Aliran Sungai, Galian C, Psplm, tagih polres mojokerto
Foto Anggota PSPLM saat mendatangi kantor Satreskrim Polres Mojokerto pada Jumat (27/8/2021) siang hari.
Rusak Aliran Sungai, Galian C, Psplm, tagih polres mojokerto
Anggota PSPLM saat mendatangi kantor Satreskrim Polres Mojokerto pada Jumat (27/8/2021) siang ha11ri.(foto doc lenteramojokerto.com)

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Mendapatkan keluhan warga terkait aktivitas pertambangan galian C yang sebelumnya diresahkan warga lantaran diduga rusak aliran sungai, membuat PSPLM kembali mendatangi kantor Polres Mojokerto, Jumat (27/8/2021).

Kedatangan Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Majapahit (PSPLM) untuk menagih ke pihak polres mojokerto agar segera menindak-lanjuti aktivitas galian c di perbatasan desa Kebontunggul dan dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang yang disinyalir mengancam kelestarian sungai.

“Iya mbak, jadi tujuan kita kemari untuk mengklarifikasi laporan mengenai aktivitas galian yang diduga rusak aliran sungai, namun staf Reskrim mengatakan bahwa Kanit Reskrim sedang tidak bisa ditemui,” kata anggota PSPLM, Sumartik kepada Lenteramojokerto.com, Jumat (27/8/2021).

LSM yang fokus dalam pelestarian lingkungan juga mengaku bahwa pihaknya sudah pernah melakukan pelaporan galian c milik Yudo Utomo pada bulan April, namun sampai sekarang pihak kepolisian terkesan jalan di tempat.

“Bulan April kita pernah melaporkan 3 titik galian c bermasalah ke Polres Mojokerto, termasuk milik Yudo Utomo. Tapi sampai sekarang, tidak ada apa apa,” ungkapnya.

Emak-emak pemerhati lingkungan asal desa Jatidukuh mengatakan akan tetap mengupayakan untuk menghentikan aktivitas galian c tersebut.

“Kita sudah mengupayakan untuk melapor, dan bertemu dengan reskrim, maupun penyidik, tapi mereka sulit ditemui. Selanjutnya kita pasrahkan saja pada yang kuasa, yang penting kita tetap berusaha. ” tegas Sumartik.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra