info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Aktivitas Galian C Mengancam Aliran Sungai di Dua Desa Kecamatan Gondang Kembali Resahkan Warga

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Aliran Sungai, Galian C, Gondang
Foto Aktifitas Galian C di perbatasan desa Kebontunggul dan dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang
Aliran Sungai, Galian C, Gondang
Aktifitas Galian C di perbatasan desa Kebontunggul dan dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Aktivitas pertambangan (mining) Galian C yang diduga ilegal dan mengancam aliran sungai membuat warga Desa Kebuntunggul dan Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto Resah.

Keresahan warga Pandansari lantaran pertambangan yang diketahui milik pengusaha Yudo Utomo yang terletak di perbatasan desa Kebontunggul dan dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang tersebut diduga merusak aliran sungai.

BACA JUGA :  Sidang Korupsi Bank Jatim Mojokerto, BPKP Provinsi Dihadirkan Sebagai Saksi Ahli

 

Menurut keterangan warga dusun Pandansari yang berinisial (F), aktivitas pertambangan tersebut  sudah sekitar satu minggu melakukan pengambilan batu di sungai tersebut sekitar 7 meteran. Ia juga mengkhawatirka dampak dari galian tersebut yang menurutnya bisa membuat sawah warga longsor karena tidak ada batu penyangga.

“Sudah satu minggu mengambil batu di sungai sejauh 7 meter. kita takut nanti kalau diteruskan, saawah warga yang berada di dataran yang lebih tinggi longsor karenannya (penambangan),” ujarnya kepada lenteramojokerto.com, Selasa (24/8/2021).

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto Naik ke Tahap Penyidikan, SPDP Sudah Diterima Kejari

 

Masih kata (F), Pengusaha pertambang terbilang cerdik. Pasalnya, selama melakukan pengambilan batu sungai tersebut, Penambang hanya menjalankan pada jam-jam tertentu, yakni sekitar pukul 06.00 WIB dan sekitar pukul 17.00 WIB.

“Ya mungkin agar tidak diketahui warga, soalnya saat mengambil batu tidak sepanjang hari, melainkan jam-jam tertentu,” jelasnya.

Aktivitas pertambangan yang terletak di perbatasan antara desa Wonoploso dengan desa Kebontunggul tersebut juga sempat dilaporkan ke pihak Kepolisian, namun karena tidak ada kejelasan rencananya warga akan menggandeng Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan (PSPLM) untuk menanyakan kembali perkembangan kasus tersebut ke pihak Polres Mojokerto.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra