ADVERTISEMENT

Anak Tidak Sekolah Masih Tinggi, Mahasiswa Mojokerto Minta Pemkab Serius dalam Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Anak tidak sekolah, mahasiswa, kla, mojokerto
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Anak tidak sekolah, mahasiswa, kla, mojokerto
Ana Yuskristiyaningsih, Ketua Lembaga Keperempuanan PMII Komisariat Majapahit, Mojokerto

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Penghargaan KLA (Kabupaten Layak Anak) yang diterima Pemkab (Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mendapatkan Kritikan dari Kalangan Mahasiswa. Setelah tingginya anak terlantar, kali ini banyaknya anak tidak sekolah di Kabupaten Mojokerto tak lepas dari sorotan.

“Temuan kami sebanyak 49,679 anak di Mojokerto tidak sekolah, tentunya ini PR bagi Pemkab Mojokerto,” Ujar Ana Yuskristiyaningsih, Ketua Lembaga Keperempuanan PMII Komisariat Majapahit, Mojokerto saat diwawancarai oleh Lenteramojokerto.com, Senin (23/8/2021).

 

Masih kata Ana, angka anak tidak sekolah tersebut didapat dari pengolahan data yang bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Mojokerto.
“Data dari BPS menunjukan siswa yang ada dikabupaten Mojokerto sebanyak 215,672 anak, sedangkan jumlah penduduk di umur 5-19 tahun yang merupakan umur anak mengenyam pendidikan sejumlah 265,351 anak,” papar Mahasiswa yang juga menjadi anggota PMII Mojokerto.

 

Dalam pandangannya, Ana mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan amanah undang-undang terkait wajib belajar 12 tahun.
“Terus sebanyak 49,679 anak ini diapakan, seharusnya ini menjadi tanggung jawab pemkab selaku pemangku kebijakan,” tegasnya.

 

Tak hanya itu, Mahasiswa Unim ini juga mengingatkan Pemkab agar bertanggung jawab atas penghargaan KLA dengan benar benar menjamin hak atas anak di Kabupaten Mojokerto, termasuk hak atas pendidikan.

Berita Terkait