info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Dinilai Gagal dalam Menangani Covid-19, PMII Sarankan Jokowi Mundur

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
PB PMII, PMII, Jokowi Mundur
Foto Kantor Sekretaria Pengurus Besar PMII di Jl. Salemba Tengah No.57, RT.10/RW.8, Paseban, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
PB PMII, PMII, Jokowi Mundur
Kantor Sekretaria Pengurus Besar PMII di Jl. Salemba Tengah No.57, RT.10/RW.8, Paseban, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Jakarta, Lenteramojokerto.com – Kebijakan pemerintah pusat dalam menangani pandemi Covid-19 terkesan asal-asalan dan tidak menunjukan trend positif membuat Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) desak Presiden Jokowi Mundur.

Wasekjend Advokasi dan Kebijakan Publik PB PMII Armedyestu menilai pemerintah gagal menangani pandemi COVID-19. Dalam catatannya mencermati pidato Presiden pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, tidak lebih dari sekedar seremonial wacana dan retorika belaka.

“Optimisme Presiden terkait situasi pandemi berbanding terbalik dengan berbagai kebijakannya yang terkesan asal asalan, tanpa perencanaan dan roadmap yang jelas sehingga pandemi tidak berangsur membaik namun semakin memburuk,” kata Armed dikutip dari Beritabaru.co, Kamis (19/8).

Ia juga menilai, dalam membuat kebijakan penanganan pandemi Covid-19, Presiden terkesan asal-asalan dan tanpa arah sehingga merugikan masyarakat.

“Tidak ada rasa bersalah dan permintaan maaf dari presiden atas gagal serta carut marutnya penanganan pandemi,” tutur Armed.

Berangkat dari catatan dan beberapa pertimbangan tersebut, Armed memberikan pilihan kepada Jokowi untuk berbenah atau mundur dari kursi Presiden.

“Kami memberikan pilihan kepada Presiden Jokowi untuk berbenah atau mengundurkan diri dari kursi Presiden sebagai bentuk pertanggungjawaban atas berbagai kegagalan kebijakan beliau dalam menangani pandemi yang semakin tidak terkendali,” pungkasnya. (diy)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra