ADVERTISEMENT

Saling Menguatkan dengan Membentuk Grub, 10 Korban Fetish Mukena Akan Laporkan ke Polisi

Fetish Mukena
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Fetish Mukena
Salah satu korban Fetish Mukena

Malang, Lenteramojokerto.com – Para model dan make up artist (MUA) yang menjadi korban fetish mukena yang viral di media sosial hari ini akan melapor ke polisi.

Modus yang dialami oleh sejumlah korban relatif sama. Mereka menerima tawaran pemotretan katalog online shop (Olshop) dari pelaku.

“Untuk korban ada 10 orang. Kami rencana melapor ke polisi siang ini,” kata salah satu korban, AZ kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

Mereka akan melaporkan terkait akun fetish yang memposting foto-foto hasil pemotretan model bermukena yang dulunya dikatakan untuk keperluan katalog atau endorse produk mukena. Salah satu pelaku yang di duga kuat terlibat adalah pria berinisial D yang merupakan sang owner.

“Ketika kami komplain, Mas D ini justru tidak merasa bersalah dan tidak menghiraukan permintaan kami untuk menghapus foto-foto di akun fetish itu,” beber AZ.

Ke-10 korban fetish mukena ini membentuk sebuah grup dan mereka kemudian mengetahui pengalaman yang dialami nyaris sama. Yakni awalnya menerima tawaran pemotretan katalog olshop GM atau endorse produknya.

“10 Yang mengaku menjadi korban seperti saya, juga awalnya menerima tawaran foto katalog olshop atau endorse. Kalau saya hampir lima kali, juga terima job MUA (makeup artis) untuk pemotretan,” beber mahasiswi semester 5 ini.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto meminta masyarakat yang mengaku menjadi korban segera melapor. Sehingga kasus yang dialami bisa diselidiki dan mengungkap siapa pelakunya.

“Silakan untuk melapor, agar kasus yang dialami segera bisa ditangani,” tegas Budi Hermanto terpisah. ( suf )

Berita Terkait