Rabu, 22 September 2021

Kasus Korupsi Proyek Sumur Eks Kadis Pertanian Masuk Pelimpahan Tahap 2

kasus korupsi, Korupsi, dinas pertanian
Proses pelimpahan tahap II secara virtual

Mojokerto, Lenteramojokerto.com  – Pelimpahan tahap II Kasus korupsi pembangunan proyek sumur dangkal tahun 2016 dengan tersangka mantan Kadis Pertanian Sulistyowati mulai digelar. Pelimpahan tersebut dari Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Mojokerto Ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamis (19/8/2021)

Ivan Kusuma Yuda SH, MH, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Mojokerto pada wartawan menyampaikan bahwa pada hari ini telah di lakukan proses pelimpahan tahap II melalui Virtual di Kantor Kejaksaan Negeri Mojoketo pada kasus dugaan korupsi Proyek Dinas Pertanian tahun 2016.

BeritaLainnya

“Pelimpahan tahap II adalah ketika penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti agar dapat memasuki proses persidangan” kata Ivan Kusuma Yuda

Lebih lanjut Kasi Pidsus mengatakan, Pelimpahan II tersebut dilakukan usai penyidik dari Tim Pidsus menyatakan bahwa berkas kasus tersebut telah lengkap. sehingga penyidik melakukan pelimpahan berkas beserta tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)

“Setelah berkas hasil pelimpahan di pelajari langkah selanjutnya akan segera di daftarkan ke pengadilan, dalam pelimpahan tahap ll ini selain menyerahkan tersangka juga Barang Bukti berupa 37 berkas Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan untuk pekerjaan irigasi air tanah dangkal / sumur dangkal Dana Alokasi Khusus pada Dinas Pertanian tahun 2016” Ujar Kasi Pidsus

Adapun kasus tersebut bermula, bahwa pada tahun 2016, pada Dinas Pertanian Kab. Mojokerto terdapat kegiatan Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal / Sumur Dangkal dengan sumber Dana berasal dari APBN (Dana Alokasi Khusus /DAK Pertanian) Tahun Anggaran 2016 dengan pagu anggaran Rp. 4.180.000.000,- (empat milyar seratus delapan puluh juta rupiah).

Bahwa pembangunan irigasi air tanah dangkal / sumur dangkal tersebut diperuntukkan kepada kelompok tani penerima yang dipergunakan untuk mengairi sawah milik anggota kelompok dengan tujuan bisa tetap mengairi sawahnya diwaktu musim kemarau, dengan lingkup pekerjaan diataranya adalah pekerjaan persiapan termasuk didalamnya survey geolistrik, pekerjaan sumur bor dangkal kedalaman 30 meter, pekerjaan rumah pompa, pekerjaan jaringan pipa dan bangunan outlet serta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pompa air centrifugal 5 ~ 7 Lt/dt dan mesin penggerak diesel dengan pagu anggaran adalah Rp. 110.000.000,- (seratus sepuluh juta rupiah) per kegiatan yang akan diterima oleh kelompok tani penerima yang telah ditetapkan.

BeritaTerkait

Gaya Hidup

Berita Pilihan



Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Lewat ke baris perkakas