info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Tersengat Listrik, Pria Asal Mojoanyar Tewas Mengapung di Sungai Brantas

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Tersengat listri, mengapung di sungai,
Foto Proses evakuasi korban
Tersengat listri, mengapung di sungai,
Proses evakuasi korban

Mojokerto, Lentermokerto – Nasib nahas dialami oleh pria dari Dusun/Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto. Korban yang bernama Asrofudin (38) diduga tewas tersengat listrik aki yang ia gunakan untuk mencari ikan di sungai brantas, Minggu (8/8/2021).

 

Sekitar pukul 16.45 WIB, warga menemukan korban yang sudah meninggal, mengapung di Sungai Brantas tepatnya di Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto Naik ke Tahap Penyidikan, SPDP Sudah Diterima Kejari

 

Sontak Warga berusaha menolong korban yang masih mengapung diatas ban yang dibawa korban untuk mencari ikan.
Pada akhirnya Warga berhasil mengevakuasi akan tetapi nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

 

Kapolsek Mojoanyar AKP Anwar Iskandar membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban diketahui sudah meninggal saat pertama kali terlihat oleh warga.

“Korban diketemukan sudah dalam kondisi meninggal,” kata Kapolsek Mojoanyar AKP Anwar Iskandar.

BACA JUGA :  Ustadz di Sooko Diduga Cabuli 3 Muridnya, Korban Mengaku 25 Kali Dicabuli

 

Korban diduga meninggal tersengat listrik pada saat mencari ikan di Sungai Brantas dengan menggunakan alat setrum ikan

“Posisi korban sedang terikat di ban dan di duga korban meninggal akibat setrum,” ujar Anwar.

 

Masih kata Anwar, setelah mendapatkan laporan dari warga, ia langsung menerjunkan anggota Polsek Mojoanyar dan tim identifikasi Polres Mojokerto ubtum terjun ke TKP untuk melakukan penyelidikan.

BACA JUGA :  Ketua KPRI Budi Artha Anggap RAT Luar Biasa Cacat Secara Hukum

“Hasil pemeriksaan tim identifikasi dan Puskesmas Gayaman tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” tandasnya.

 

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra