ADVERTISEMENT

Anak Terlantar di Kabupaten Mojokerto Masih Tinggi, Pengharggaan KLA Menuai Kritik dari Mahasiswa

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Anak terlantar, mahasiswa mojokerto, pmii, pmii mojokerto, kla
Foto Ana Yuskristiyaningsih (tengah), Ketua Lembaga Keperempuanan PMII Komisariat Majapahit, Mojokerto
Anak terlantar, mahasiswa mojokerto, pmii, pmii mojokerto, kla
Ana Yuskristiyaningsih (tengah), Ketua Lembaga Keperempuanan PMII Komisariat Majapahit, Mojokerto

Mojokerto, Lenteramojokerto – Penerimaan penghargaan KLA (Kabupaten/Kota Layak Anak) 2021 di kategori Madya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dinilai masih bertolak belakang dari realitas. Pasalnya dibalik penghargaan yang diraih tersebut, angka  anak terlantar di Kabupaten Mojokerto terbilang cukup tinggi. Sontak hal tersebut menjadi sorotan Mahasiswa Mojokerto.

“Data dari ‘Kabupaten Mojokerto Dalam Angka 2021’ yang diterbitkan BPS menunjukan angka anak terlantar di Kabupaten Mojokerto tahun 2020 sebanyak 3,942 anak. Angka yang terbilang tinggi di daerah yang baru menerima penghargaan KLA,” ucap Ana Yuskristiyaningsih, Ketua Lembaga Keperempuanan PMII Komisariat Majapahit, Mojokerto saat diwawancarai oleh Lenteramojokerto.com, Minggu (8/8/2021).

BACA JUGA :  Tak Serius Tangani Limbah Debu PT Kobin, Pengelola NIP Diminta Tegas

 

Ana sapaan akrab mahasiswa UNIM juga mengatakan, penerimaan penghargaan KLA seharusnya dibarengi dengan program dari Pemkab Mojokerto yang mampu mensejahterakan anak, tidak hanya sekedar memenuhi dokumen agar mendapatkan penghargaan tersebut.

“Seperti bantuan dari pemerintah langsung terhadap yayasan sosial yang mengakomodir anak terlantar, anak yatim piatu, dan lainnya,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kabupaten Mojokerto kembali sabet penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2021 kategori Madya.

BACA JUGA :  Pria Di Mojokerto Tewas Terlindas Truk Gandeng Saat Hindari Kubangan Air

Penghargaan tersebut dumumkan secara virtual oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia I gusti Ayu Bintang, dengan disaksikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Joedha Hadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, dari ruang command center Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (29/7/2021).

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra