info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Korupsi PNPM, Perangkat Desa di Dawarblandong Ditetapkan Sebagai Tersangka

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
korupsi pnpm, perangkat desa, dawarblandong
Foto S, perempuan yang menjabat sebagai perangkat desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, saat dibawa ke tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana PNPM senilai ratusan juta Rupiah
korupsi pnpm, perangkat desa, dawarblandong, korupsi perangkat desa, korupsi perangkat desa, sumberwuluh
Suryawati, perangkat desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, saat dibawa ke tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana PNPM

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Suryawati (53) yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, ditetapkan tersangka korupsi PNPM – MPd (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan) oleh Penyidik Unit II, Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Mojokerto.

Penetapan tersebut setelah Suryawati terbukti menggelapkan dana simpan/pinjam PNPM-MPd di Bidang Simpan Pinjam Perempuan (SPP) kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sumberwuluh tahun 2017-2018. Dari hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN), ditemukan kerugian negara sebesar Rp845 juta dari program tersebut.

BACA JUGA :  Belum Ada Tersangka, Kejaksaan Tanyakan Perkembangan Hasil Penyidikan Kasus Uang Baru 3,7 M

“Dalam program tersebut, S (53) Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Sumberwuluh terbukti melakukan korupsi dengan menyalahgunakan dana dari program PNPM, dana tersebut berasal dari APBN tahun 2014 dengan besaran Rp1.347.500.000,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto, Sabtu (7/8/2021) sore hari.

Berdasarkan pengakuan tersangka, dia yang juga menjadi Kordinator PKK berperan menarik dana PNPM untuk simpan pinjam PKK Desa Sumberwuluh atas perintah dari tersangka Riyantono mantan Kades yang merupakan kakak kandungnya.

BACA JUGA :  Kakek di Trowulan Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Uang dari hasil penarikan sebesar Rp870 juta tersebut diberikan kepada saudara Riyantono (43) yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Sumberwuluh. Sementara uang senilai Rp94 juta untuk tersangka,” ungkapnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra