info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Pariwisata Tutup Selama PPKM, Pemkab Mojokerto Merugi Rp 1 miliar

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Diparpora Kabupaten Mojokerto, Pariwisata, Wisata Mojokerto, Merugi 1 miliar, pemkab mojokerto, pemkab mojokerto merugi
Kepala Dinas Pemuda Olahrga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Seluruh tempat wisata di Kabupaten Mojokerto ditutup selama penerapan PPKM Darurat dan PPKM Level 4. Akibatnya, pemerintah kabubaten (Pemkab) Mojokerto merugi sedikitnya Rp 1 miliar akibat tidak ada pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pemuda Olahrga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengaku kehilangan PAD sektor pariwisata Rp 1 miliar. Hal itu, dilihat dari sebelum-sebelumnya saat tempat wisata dibuka meskipun ada pembatasan pengunjung.

BACA JUGA :  Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point

“Saat tempat wisata dibuka meskipun ada pembatasan pengunjung, PAD dalam satu bulan mencapai Rp 1 miliar lebih. Kalau tidak ada pembatasan mungkin lebnih dari itu,” ujarnya pada, Selasa (3/8/2021).

Masih kata Amat Susilo, Sejak diterapkannya kebijakan PPKM, pemasukan di sektor wisata tidak ada sama sekali. Padahal, pada bulan Juni, Juli dan Agustus merupakan waktu ramai-ramainya pengunjung karena bertepatan dengan hari libur sekolah.

BACA JUGA :  Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point

Selain itu, meski tempat wisata ditutup, pihaknya tetap memberikan gaji atau upah para karyawan yang bekerja di 11 tempat wisata milik Pemkab Mojokerto.

“Para karyawan wisata yang ikut kita tetap kita bayarkan (upah),” ujar Amat.

Akan tetapi Amat belum bisa memastikan apakah para karyawan tempat wisata akan mendapatkan bantuan sosial (bansos), dampak dari PPKM untuk meringankan beban ekonomi.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra