Rabu, 22 September 2021

Ikfina Turut Soroti Kasus Penolakan Pasien Oleh Beberapa Fakes di Mojokerto

Ikfina Fahmawati, Bupati, Penolakan pasien, fakes
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat sidak ke RSUD

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Kasus penolakan pasien dalam keadaan darurat yang membutuhkan bentuan medis oleh sejumlah fasilitas kesehatan (fakes) di Mojokerto banyak menuai sorotan. Tidak ingin ketinggalan, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turut menimpali fenomena tersebut.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan terkait penolakan pasien tersebut, sebenarnya Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, memiliki Tim Reaksi Cepet (TRC) yang bertanggung jawab untuk menangani kesulitan masyarakat mencari rumah sakit.

BeritaLainnya

“Segala sesuatu itu bisa dimasukkan ke TRC, nanti TRC yang ngatur. Karena yang tahu potensi kosong atau tidaknya (tempat tidur) itu TRC,” katanya.

Ikfina juga menjelaskan, bahwa di rumah sakit terkadang juga tersedia tempat tidur (TT), akan tetapi tenaga kesehatannya (nakes) kurang atau ketersediaan oksigen menipis.

“Oksigen yang ada biasanya hanya bisa memenuhi untuk kebutuhan sehari, dapat oksigen untuk 28 jam kedepan,” jelasnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait sanksi yang diberikan terhadap RS atau Puskemas yang menolak pasien, Ikfina tidak berkenan untuk  menjawab.

“Nanti kita akan arahkan masyarakat kalau memang pantas di rumah sakit, maka kita akan menggeser pasien yang sudah tertangani oleh rumah sakit ke puskesmas. Sementara itu yang kita lakukan,” pungkasnya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 32 ayat 2, telah diatur bahwa RS tak boleh menolak pasien. pasal tersebut berbunyi :

BeritaTerkait

Gaya Hidup

Berita Pilihan



Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Lewat ke baris perkakas