info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Ditolak 9 Rumah Sakit, Pria Asal Pacet Akhirnya Meninggal Dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Ditolak Rumah Sakit, Meninggal, Pacet
Foto Pasien saat memakai oksigen portabel
Ditolak Rumah Sakit, Meninggal, Pacet
Pasien saat memakai oksigen portabel

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Nur Ali (50) warga Desa/Kecamatan Pacet meninggal dunia usai ditolak 9 rumah sakit. Pada saat itu kondisinya sangat kritis, ia mengalami sesak napas dengan saturasi oksigen hanya 45 persen.

Diketahui Ali dibawa ke Puskesmas Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Minggu (25/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu ia mengalami sesak napas.

“Waktu di puskesmas dikasih oksigen disuruh rujuk ke rumah sakit karena saturasinya 45,” kata Yeti Muliah

BACA JUGA :  Pulihkan Kekosongan Anggota, KPRI Budi Artha Selenggarakan PAW

Ali dibawa kakak kandungnya, Yeti Muliah (52) keliling mencari rumah sakit menggunakan ambulans desa. Selama perjalanan Ali bernapas dibantu menggunakan oksigen.

“Selama perjalanan mencari rumah sakit masih bisa duduk dan ngobrol karena terbantu oksigen di dalam ambulans,” kata Yeti, Selasa (27/7/2021).

Mirinsya, 9 rumah sakit di Kabupaten dan Kota Mojokerto menolak merawat Ali dengan alasan oksigen langka dan ruang perawatan sudah penuh.

BACA JUGA :  Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Sooko, Keluarga Korban : Anak Saya Bercerita Sambil Menangis

Yakni RS Sumberglagah, RSUD Prof dr Soekandar, RSI Arofah, RS Sido Waras, RS Gatoel, RSI Hasanah, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, RSUD RA Basoeni, serta RS Kartini.

Yeti mengatakan, pada saat perjalanan menuju RS Kartini, Mojosari sekitar pukul 10.30 WIB oksigen habis dan Ali sangat menderita.

“Adik saya sangat menderita, sesak napas, panas. Saya bawa ke RS Kartini untuk tes swab, tapi ditolak karena kondisinya sudah kolaps sehingga tak sempat tes swab,” terangnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra