ADVERTISEMENT

PMII Minta Walikota dan Bupati Mojokerto Agar Pemadaman Lampu PJU Dimulai Sejak Pukul 20.00 WIB

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Pmii Mojokerto, Walikota Mojokerto, Bupati Mojokerto, PPKM, Lampu PJU
Foto Ketua PMII Mojokerto Ihwanul Qirom saat menyampaikan argumentasinya ke Walikota dan Bupati Mojokerto saat Audiensi
Pmii Mojokerto, Walikota Mojokerto, Bupati Mojokerto, PPKM, Lampu PJU
Ketua PMII Mojokerto Ihwanul Qirom saat menyampaikan pendapatnya ke Walikota dan Bupati Mojokerto saat Audiensi

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Menyikapi kebijakan Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan mematikan lampu PJU yang dinilai tidak efektif dalam memutus mata rantai Covid-19, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto adakan audiensi bersama Forkopimda Kabupaten dan Kota Mojokerto pada Jumat, (23/07/2021).

Pantauan lokasi, terlihat sekitar 40 anggota PMII Mojokerto datangi lokasi audiensi yang berada di Gedung Nusantara Pemerintah Kota Mojokerto.

BACA JUGA :  Mobil Grandmax Alami Kecelakaan Di Tol Sumo, Satu Orang Meninggal Dunia

Ketua PC PMII Mojokerto, Ihwanul Qirom meminta kepada walikota dan bupati Mojokerto agar jam pemadaman penerangan jalan umum (PJU) di tambah.

“Kami menilai penerapan kebijakan PPKM di Kota maupun Kabupaten Mojokerto tidak efektif, khususnya pemadan PJU yang tidak ada hubungannya dengan penyebaran Covid-19,” ujar Ketua PMII Mojokerto, Ihwanul Qirom

Dalam audiensi tersebut PMII Mojokerto meminta walikota dan bupati mojokerto agar pemadaman lampu PJU dimulai pukul 20.00 WIB, hal ini agar para PKL memiliki waktu untuk berjualan.

BACA JUGA :  Hasil Sidang Kode Etik : Randy Dipecat Tidak Dengan Hormat

“Soalnya pemdaman lampu berdampak terhadap pendapatan PKL yang berjualan karena tidak ada pembeli,” ucapnya.

Masih kata Iwan, selain meminta jam pemadaman penerangan jalan umum (PJU) di tambah, PMII Mojokerto juga meminta agar mengurangi beberapa tititk penyekatan.

“Informasi yang masuk, 528 RT di Kota Mojokerto masuk Zona Hijau, sedangkan 149 RT zona kuning, 7 RT zona orange, dan tidak ada yang masuk zona merah. oleh karena itu, pemberlakuan penyekatan seharusnya di titik masuk saja,” jelas Iwan.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra