info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Aturan Baru Pemkot Mojokerto Bagi Distributor Tabung Oksigen

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Tabung Oksigen, Pemkot Mojokerto, Surat Edaran, SE
Foto Gambar Ilustras
Tabung Oksigen, Pemkot Mojokerto, Surat Edaran, SE
Gambar Ilustrasi

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Saat ini penyedia dan penjual tabung oksigen di Kota Mojokerto tidak boleh sembarangan. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) mengeluarkan sejumlah aturan yang diperlakukan untuk distributor Tabung Oksigen di Kota Mojokerto.

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) telah mengumpulkan beberapa penyedia dan penjual tabung oksigen di Kota Mojokerto, Minggu (11/7/2021) kemarin. Hasil koordinasi tersebut dijadikan beberapa kesepakatan yang berlaku bagi distributor, apotek, klinik, rumah sakit, penyedia oksigen medis, dan masyarakat.

BACA JUGA :  Sidang Korupsi Bank Jatim Mojokerto, BPKP Provinsi Dihadirkan Sebagai Saksi Ahli

Kepala Disperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan bahwa Walikota Mojokerto mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor 510/6000/417.513.4/2021 yang diberlakukan eejak tanggal 9 Juli 2021. Terdapat beberapa poin aturan yang diberlakukan untuk mengontrol distribusi oksigen.

“Aturan itu yang pertama adalah supaya distribusi untuk pengadaan industri itu dikurangi. Kedua, diminta mereka ada pengawalan ketika pengiriman. Kemudian ketiga, jumlah armada untuk pengirim ditambah,” Ucap Ani, Senin (12/7/2021).

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto Naik ke Tahap Penyidikan, SPDP Sudah Diterima Kejari

Selain itu dalam surat edaran Wali Kota tersebut menyebutkan ada 4 poin. Pertama pembelian tabung oksigen medis, harus dengan resep dokter. Apabila diketemukan distributor, apotek, klinik, rumah sakit, penyedia oksigen medis, dan masyarakat menjual tanpa resep/rekom dokter akan mendapat teguran sampai dengan pencabutan izin operasional.

“Semua dokter bisa kok dimintai resep. Tidak harus dari dokter spesialis, kalau dokter spesialis itu kalau benar-benar gawat harus ada cadangan oksigen misalnya, itu baru,” kata Ani.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra