info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Galian C Diduga Ilegal Di Dlanggu Buat Irigasi Sawah Lenyap

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Galian C, Ilegal, Irigasi Sawah
Foto Aktivitas Galian C Diduga Ilegal di desa Sumberkarang, Dlanggu, Mojokerto
Galian C, Ilegal, Irigasi Sawah
Aktivitas Galian C Diduga Ilegal di desa Sumberkarang, Dlanggu, Mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Aktivitas pertambangan (mining) galian c diduga ilegal di desa Sumberkarang, kecamatan Dlanggu, Mojokerto kembali resahkan warga sekitar lantaran mebuat jalur irigasi sawah lenyap.

Informasi yang berhasil dihimpun dilokasi, galian c tersebut milik warga Mojosari bernama Busono yang berdiri diatas lahan pertanian seluas 5 bagian atau diperkirakan sekitar 5 hektar.

Menurut keterangan warga setempat, Nurul, sebelumnya terdapat jalur irigasi untuk mengairi sawah di sekitar lokasi pertambangan. Namun, sejak pertambangan yang diketahui milik Busono masuk, jalur irigasi tersebut hilang.

BACA JUGA :  Pulihkan Kekosongan Anggota, KPRI Budi Artha Selenggarakan PAW

“Dulunya ada irigasi disitu, sekarang sudah hilang,” ujarnya pada lenteramojokerto.com, Kamis, (8/7/2021).

Tidak hanya irigasi yang hilang, masih kata Nurul, jalan akses masuk menuju sawah juga tidak luput jadi sasaran galian c tersebut.

“Jalan masuk menuju sawah juga hilang mas,” kata Nasrul.

Senada dengan Nurul, Sareh warga Sumberkarang yang juga seorang petani mengeluhkan pertambangan yang mengancam lahan sawah miliknya. Telihat tidak ada jarak antara sawah milik sareh dengan galian c, sehingga dikhawatirkan akan adanya longsor karena tidak ada tanah yang menopang.

BACA JUGA :  Barang Bukti Narkoba hingga Bak Mandi Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

“Galian itu mengeruk sampai tegal (batas) sawah saya, terus kedalamanya sekitar 10 m, saya takut kalo terjadi longsor,” ucapnya.

Sareh juga mengaku tidak pernah diajak pemilik galian c terkait dampak yang mengancam sawahnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra