info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Tunggak Pajak Sebesar 1,3 M, Dua Galian C Di Jatidukuh Ditutup Satpol PP

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Lokasi galian, ditutup, Tunggak pajak, 1,3 m
Tim Satpol PP gabungan saat menutup dua lokasi galian c

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Dua titik Galian C di Jatidukuh ditutup sementara Satpol PP gabungan dari Provinsi dan Kabupaten Mojokerto lantaran tunggak pajak mencapai 1,3 M pada, Selasa (6/7/2021).

Menurut keterangan warga sekitar, Sumartik menjelakan Dua titik yang berada di dusun Dukuh dan dusun Jati, desa Jatidukuh, kecamatan Gondang diketahui memiliki izin atas nama widi sulton.

“Izinya widi sulton, yang mengelolah Anton, Gede, Tohari,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pulihkan Kekosongan Anggota, KPRI Budi Artha Selenggarakan PAW

Sumartik juga mengatakan, dua galian tersebut terpaksa ditutup satpol PP lantaran tidak membayar pajak.

“Tidak bayar pajak, kalo ndak salah 1,3 M totalnya,” ujar sumartik.

Sumartik juga berharap agar galian c diwilayah ring selatan Kabupten Mojokerto yang didapati merusak lingkungan agar juga ditutup oleh satpol pp

“Saya harap galian c di Mojokerto ditutup selamanya, khusunya di wilayah Gondang dan sekitarnya,” pungkasnya

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Noerhono, mengatakan bahwa penutupan yang dilakukan kali ini adalah pelimpahan rekomendasi dari Bapenda Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA :  Barang Bukti Narkoba hingga Bak Mandi Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

“Penambang yang ada di Desa Jatidukuh ini sesuai dengan pelimpahan rekomendasi dari Bapenda tidak tertib membayar pajak, sehingga sesuai dengan Perda Kabupaten Mojokerto No 01 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah sebagai mana diubah terakhir dengan Perda No 01 Tahun 2018, terpaksa harus ditutup, ” kata Noerhono.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra