Minggu, 19 September 2021

PMII Mojokerto Laporkan 53 Galian Ilegal ke Dewan

Pmii Mojokerto, Galian Ilegal
Audiensi Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto dengan PMII Mojokerto membahas kerusakan lingkungan

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Praktik pertambangan galian c yang terindikasi merusak lingkungan dan penyelewengan retribusi kembali di soroti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mojokerto. Dalam audiensi dengan Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, PMII kembali melaporkan dugaan 53 titik galian ilegal.

Ketua Cabang PMIII Mojokerto, Ihwanul Qirom mengatakan, bahwa PMII sudah melaporkan ke Dewan terkait pertambangan yang diduga ilegal di Kabupaten Mojokerto.

BeritaLainnya

“Data yang masuk ke kami sebabyak 53 galian yang diduga ilegal. Itupun sudah kami sampaikan ke dewan pada saat audiensi kemarin,” ucap Ihwanul Qirom kepada lenteramojokerto.com, Jum’at (11/6/2021).

Selain itu, Ihwanul Qirom juga menyampaikan beberapa alasan kedatangan PMII menemui Komisi III yang salah satunya menanyakan nasib dari raperda pplh.

“Kami menanyakan kabar dari raperda tersebut, dan alurnya bagaimana. Soalnya terlihat jalan ditempat,” ujarnya.

Harapanya raperda pplh ini bisa menjadi penjamin perlindungan lingkungan di Mojokerto. Terlebih, dalam pengawalan tentang galian, sering kali termentahkan karena proses izin yang saat ini berada di Pusat.

“Harapan kami raperda ini bisa menjawab semua persoalan perusakan lingkungan,” tegas Iwan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Srikandi Perduli Lingkungan Majapahit (PSPLM), Suwarti membenarkan dugaan 53 titik galian yang diduga ilegal. Ia juga menambahkan beberapa titik galian yang diduga ilegal tersebut sudah tidak beroperasi.
“Yang ilegal sebanyak 53 mas, dan yang legal sejumlah 19,” ucapnya.

BeritaTerkait

Gaya Hidup

Berita Pilihan



Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Lewat ke baris perkakas