ADVERTISEMENT

Bukti Laporan Pertambangan Bermasalah Dinilai Kurang Kuat Oleh Polres Membuat PSPLM Gerah

data galian c mojokerto, galian c, beroperasi kembali
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Banyaknya pertambangan galian c yang diduga tidak sesuai izin di wilayah Gondang dan Jatirejo memang menjadi sorotan Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Majapahit (PSPLM). Beberapa upaya sudah dilakukan oleh lembaga kemasyarakatan yang bergerak dibidang lingkungan untuk menjaga wilayah Mojokerto dari perusakan lingkungan khususnya pertambangan galian c, seperti melaporkan beberapa titik pertambangan yang diduga menyalahi titik kordinat dan tidak sesuai komoditas dalam perizinan ke Polres Mojokerto. Namun, kurangnya bukti yang menjadi alasan pihak kepolisian tidak bisa menindak pengusaha tambang, membuat PSPLM gerah.

Ketua PSPLM, Suwarti menyampaikan ke lenteramojokerto.com, Kamis (4/6/2021), bahwa pihaknya sangat kecewa dengan Polres Mojokerto karena tidak bisa menindak pertambangan yang diduga menyalahi izin. Terlebih, beberapa bukti yang dilampirkan dinilai pihak kepolisian masih belum cukup untuk menindak pengusaha tambang.

“Kami sudah berikan banyak bukti, foto dan video aktivitas tambang yang merusak lingkungan sudah kita berikan, tapi kata pihak polisi masih kurang saja,” ucapnya kesal.

Suwarti juga sudah melakukan petunjuk dari pihak kepolisian seperti melaporkan jika ada aktifitas tambang, namun ia menilai pihak kepolisian tidak sigap dalam merespon laporan teraebut.

“Kemarin ada aktifitas tambang di Dusun Geruh, Desa Jatidukuh, Selasa (1/6/2021). Kami sudah menghubungi polres tapi tidak ada yang turun ke lokasi,” ucapnya.

Sementara itu, pihak Polres Mojokerto sudah memanggil pemilik pertambangan galian c. Namun untuk hasil dari pemanggilan pemilik pertambangan pihak kepolisian belum bisa menyampaikan.

Berita Terkait