info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Sepekan Pasca Pelaporan Penipuan Umroh, Polres Mojokerto Akan Tingkatkan Perkara Ke Sidik

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Penipuan umroh
Foto Korban penipuan bermodus umroh didampingi kuasa hukum, Sadak, SH, MH saat lapor ke Polres Mojokerto, Kamis (27/5/2021)
Penipuan umroh
Korban penipuan bermodus umroh didampingi kuasa hukum, Sadak, SH, MH saat lapor ke Polres Mojokerto, Kamis (27/5/2021)

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Sepekan pasca pelaporan dugaan penipuan dengan modus investasi dan penipuan umroh, kini perkara tersebut akan ditingkatkan ke Sidik. Peningkatan perkara tersebut ditargetkan paling lambat dalam minggu depan.

Menurut keterangan kuasa hukum korban, Sadak, SH, MH menjelaskan, untuk saat ini perkembangan perkara tersebut akan dinaikan ke Sidik dalam waktu pekan depan.

“Pak Kasat memberi himbauan kepada bawahannya, agar segera menaikkan Sidik terhadap perkara ini paling lambat dalam minggu depan. oleh karena itu, kami selaku kuasa hukum menilai pelayanan Polres Mojokerto sangat baik,” ucapa Sadak pada lenteramojokerto.com, Kamis (3/6/2021).

BACA JUGA :  Ustadz di Sooko Diduga Cabuli 3 Muridnya, Korban Mengaku 25 Kali Dicabuli

Advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Penegak Keadilan (LPHPK) juga menjelaskan, Ibu ibu asal desa Kintelan, Kecamatan Puri, (Suendah) sudah menerima panggilan dari pihak polres mojokerto atas tuduhan penipuan dengan modus investasi dan penipuan umroh.

“Pada hari Rabu (2/6/2021) kemarin, Suendah sudah menerima panggilan dari pihak polres, namun untuk hari apa atau tanggal berapa kami belum tau,” ujar Sadak, SH, MH.

BACA JUGA :  Diduga Melakukan Pencabulan Anak, Guru Ngaji di Sooko Dilaporkan ke Polisi

Sebelumnya korban yang didampingi Advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Penegak Keadilan (LPHPK) melaporkan Suendah dengan tuduhan penipuan dan penggelapan uang pada, Kamis (27/5/2021).

Dalam menjalankan aksinya, terlapor (Suendah) mendatangi korbanya dengan modus sanggup memberangkatkan umroh dengan biaya 10 Juta per orang. Selain itu, (Suendah) juga meminta uang dengan janji mampu memberikan keuntungan setiap bulannya.Tempo hari, umroh yang dijanjikan (Suendah) ke Korban batal, termasuk investasi mengalami kemacetan.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra