ADVERTISEMENT

Modus Investasi dan Penipuan Umroh, Ibu Asal Kintelan Dilaporkan Ke Polres Mojokerto

Korban, Investasi Bodong, Penipuan
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Korban, Investasi Bodong, Penipuan
Korban Penipuan Umroh dan Investasi Bodong

Lenteramojokerto | Mojokerto – Dengan modus Investasi dan penipuan umroh dengan janji bisa mendapatkan keuntungan tiap bulan, Ibu ibu asal Desa Kintelan, Kecamatan Puri dilaporkan ke Polres Mojokerto dengan dugaan penipuan.

Dalam menjalankan aksinya, terlapor (S) mendatangi korbanya dengan modus sanggup memberangkatkan umroh dengan biaya 10 Juta per orang. Selain itu, (S) juga meminta uang dengan janji mampu memberikan keuntungan setiap bulannya.Tempo hari, umroh yang dijanjikan (S) ke Korban batal, termasuk investasi mengalami kemacetan. Korban yang merasa dirugikan akhirnya melapor ke Polres Mojokerto pada, Kamis (27/5/2021) siang hari.

Menurut keterangan kuasa hukum korban, Sadak, SH, MH, untuk saat ini jumlah korban yang sudah melaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum Penegak Keadilan (LPHPK) berjumlah 9 orang, dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah.

“Saat ini korban yang sudah melaporkan ke kantor kami berjumlah 9 orang, dan tidak menutup kemungkinan banyak korban lain diluar sepengetahuan kami,” ucap Sadak.

Advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Penegak Keadilan (LPHPK) juga menjelaskan, sebelumnya pihak korban yang didampingi kuasa hukum korban sempat mendatangi (S) untuk upaya penyelesaian perkara diluar peradilan, Rabu (26/5/2021). Namun, itikad baik dari pihak korban tidak diindahkan oleh (S), sehingga korban melaporkan perkara ini ke pihak kepolisian.

Berita Terkait