info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Seketi Kembali Bergejolak, Sosialisasi Galian Baru di Jatidukuh Berujung Kisruh

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Seketi, Galian C
Foto Warga Seketi Kisruh, Tolak Adanya Galian C di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang
Seketi, Galian C
Warga Seketi Kisruh, Tolak Adanya Galian C di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang

Lenteramojokerto | Mojokerto – Seketi kembali bergejolak. Upaya sosialisasi petambangan (mining) galian c di dusun Seketi, desa Jatidukuh, kecamatan Gondang berujung kisruh.

Ratusan warga yang sudah komitmen menolak adanya pertambangan galian c, sempat kisruh dalam Sosialisasi yang diselenggarakan oleh kepala dusun seketi, Sofii pada Selasa (25/5/2021) sekitar jam 8 malam.

“Sosialisasi galian c, warga yang komitmen menolak terus dibujuk mantan kepala desa pak nanang, akhirnya kisruh dan menyuruh pak Nanang pergi,” ujar salah satu warga seketi.

BACA JUGA :  Korcam PKH Kutorejo Ketahuan Merangkap jadi Supplier E-Warong

Sementara itu, Kepala Desa Jatidukuh, Zaenal Arifin membenarkan adanya sosialisasi galian c yang berujung kisruh di desa seketi. Oki Sambada, pemilik galian c yang akan menambang di dusun Seketi menyuruh orang lain untuk melakukan sosialisasi.

“Warga menolak karena polo sofii mengumpulkan warga untuk menyampaikan adanya galian c yang akan masuk,” kata Aripin, Kepala Desa Jatidukuh pada lenteramojokerto.com, Kamis (27/5/2021).

Tidak hanya itu, dalam sosialisasi yang dilakukan Sofii selaku kepala dusun, tanpa sepengetahuan kepala desa jatidukuh.

BACA JUGA :  Kemensos Malas Sanksi Pendamping PKH yang Merankap Supplier BPNT di Mojokerto

“Saya sebelumnya tidak tahu kejadian tersebut, soalnya saya tidak diundang, saya tidak ikut rapatnya,” ujarnya.

Sebelumnya, kepala desa jatidukuh hanya mendapatkan laporan pengumpulan warga tersebut untuk membahas juru kunci makam.

“Itu urusan polo, Awalnya yang saya dengar mau bahas juru kunci makam, ndak taunya bahas galian batu,” aku kepala desa jatidukuh. (Diy)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra