ADVERTISEMENT

Kasus Pembuangan Limbah B3 di Ngoro Jalan di Tempat, PMII Kritik Kinerja Polres Mojokerto

PMII, Mojokerto
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
PMII, Mojokerto
Ketua Cabang PMII Mojokerto, Ihwanul Qirom

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Pelaku pembuangan limbah tidak berizin yang diduga berjenis limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro tak kunjung ditemukan oleh pihak kepolisian mendapat kritikan Mahasiswa. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menilai Polres Mojokerto kurang seerius dalam mengungkap kasus pembuang limbah.

Ketua PMII Cabang Mojokerto, Ihwanul Qirom menilai pihak kepolisian kurang serius dalam mengungkap pembuang limbah di Ngoro. Penilaian ini berdasarkan lamanya Kasus yang sudah berjalan dua bulan namun pelaku masih belum ditemukan.

“Tentunya ini menjadi catatan kinerja Polres untuk mengungkap pelaku yang membuang limbah b3 se-enaknya saja, sudah dua bulan kasus ini berjalan tapi tidak ada perkembangan sama sekali,” ucapnya pada lenteramojokerto.com, Selasa (25/5/2021).

Iwan sapaan akrab ketua cabang PMII Mojokerto juga mengatakan, meskipun kasat reskrim masih baru bekerja, hal ini tidak menjadi alasan lambannya polres ungkap pembuang limbah tersebut.

“ya meskipun pak andaru selaku Kasat Reskrim masih baru bekerja, saya rasa ini bukan menjadi alasan. Kita lihat banyak kasus kasus lain mudah diungkap beliau, namun kenapa kasus pembuangan limbah ini terkesan jalan ditempat,” ucap iwan.

Pria yang berdomisili di Sooko ini juga membandingkan kinerja Polres Mojokerto yang cepat dalam menangani kasus kriminal lainya, namun terkesan lamban dalam menangani kasus perusakan lingkungan. Ia juga mempertanyakan pengakuan kepolisian dalam mengungkap pelaku pembuangan limbah yang terkendala tidak adanya bukti untuk menyeret pelaku pembuangan.

Berita Terkait