ADVERTISEMENT

Komisi III DPRD Mojokerto Mulai Tak Bersuara, Nasib Raperda Perlindungan Lingkungan Mulai Menguap

Galian C, Edi Ikhwanto, Karangdieng, Komisi III
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Galian C, Edi Ikhwanto, Karangdieng, Komisi III
Edi Ikhwanto (putih), Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Nasib Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup mulai menguap, pasalnya Ketua Komisi III, Edi Ikhwanto yang sebelumnya menggebu-nggebu menyusun Raperda tersebut mulai tidak menjawab saat dikonfirmasi, Minggu (9/5/2021).

Sebelumnya, Perkembangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup oleh anggota dewan Komisi III kini dalam tahap pengumpulan data lapangan.

Pengumpulan data lapangan yang dilakukan dengan menggandeng tim tenaga ahli dari Universitas Brawijaya (Unibraw) diambil secara langsung dari stakeholder yang masih terkait dengan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Datanya diambil dari OPD terkait, Misalnya kalau data umum minta ke BAPPEDA, kalau khusus ya ke DLH,” ujar Sugianto (anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto), kepada Lenteramojokerto.com, Selasa (4/5/2021).

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto, Sugianto menjelaskan, saat ini data yang berhasil dikumpulkan masih dipegang oleh tim tenaga ahli. setelah pengumpulan data lapangan dirasa cukup tim tenaga ahli akan mempresentasikan ke Komisi III.

“Kalau kita masih belum pegang data terbaru, yang mengumpulkan tim tenaga ahli, nanti mereka presentasi ke Komisi III,” jelasnya.

Lebih lanjut, politikus dari PKS mengatakan, dalam rangka pengumpulan data lapangan, tim tenaga ahli membutuhkan waktu sekita satu bulan untuk merampungkan pekerjaanya.

Berita Terkait