Rabu, 22 September 2021

Kurangnya Pendampingan Petani Susun RDKK Berdampak Kelangkaan Pupuk, Petani Pertanyakan Kinerja Dinas Pertanian Setempat

Rdkk, Pupuk Langka, Petani, Dinas Pertanian
Gambar Ilustrasi

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Kelangkaan pupuk bersubsidi nyatanya masih sering terja di Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya itu, terkait pemangkasan alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Mojokerto oleh Pemerintah Pusat, petani mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian setempat.

Dalam pengakuan Bagio, Petani dari Kemlagi mengatakan, Kelangkaan pupuk bersubsidi dimasa tanam sudah sangat sering terjadi. Ia juga menilai Pemerintah Daerah terkesan sering mengabaikan dan pembiaran.

BeritaLainnya

“Tanpa solusi dari pemerintah daerah mungkin juga kurang peduli,” ucapnya pada lenteramojokerto.com, Kamis (6/5/2021).

Bagio juga menjelaskan, kebutuhan pupuk bersubsidi harusnya sudah direncanakan secara matang dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sesuai lahan dan jenis tanamannya. dalam penyusunan RDKK dilakukan oleh petani dan didampingi oleh Dinas Pertanian melalui petugas Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) kecamatan.

“Penyusunan RDKK dilakukan 2-3 bulan sebelum musim tanam. Jadi kebutuhan pupuk bersubsidi itu sudah di rencanakan dengan sangat matang sesuai lahan dan jenis tanaman,” Jelasnya.

Kelangkaan pupuk bersubsidi bisa membuat swasembada pangan tidak akan tercapai di Mojokerto. Bagio juga mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mampu menghadirkan solusi, karena keberadaan pupuk bersubsidi masih diharapkan petani Mojokerto.

“Petani butuh solusi, jika terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi harusnya Dinas Pertanian punya solusi. Pupupk semahal apapun pasti akan dibeli petani, karena kebutuhan tanaman,” pungkas Bagio.

BeritaTerkait

Gaya Hidup

Berita Pilihan



Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Lewat ke baris perkakas