info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Pemerintah Pusat Pangkas Alokasi Pupuk Bersubsidi Jadi Penyebab Kelangkaan Pupuk di Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Lahan Pertanian
Foto Foto lahan pertanian di Mojokerto
Pupuk Bersubsidi, Lahan Pertanian
Foto lahan pertanian di Mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Mojokerto membuat petani semakin menjerit. Pengurangan jatah dari pemerintah pusat terhadap pasokan pupuk bersubsidi kabupaten Mojokerto menjadi penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian, Teguh Gunarko mengatakan, salah satu penyebab kelangkaan pupuk di kabupaten Mojokerto dikarenakan pemangkasan alokasi pupuk di kabupaten Mojokerto oleh pemerintah pusat sebanyak 60 persen.

BACA JUGA :  Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan

“Alokasi yang kita ajukan sebanyak 65 ribu ton, sedangkan sampai hari ini yang dikasihkan hanya 36 ribu ton,” ujar teguh kepada lenteramojokerto.com, Rabu (5/5/2021).

Menyikapi hal itu, dinas pertanian berupaya melakukan pengajuan ke dinas pertanian provinsi untuk menambah alokasi pupuk bersubsidi di kabupaten Mojokerto.

“Kita sudah mengajukan ke dinas pertanian provinsi, hanya saja prosesnya tidak bisa instan. Harus menunggu pengajuan dari setiap kabupaten baru bisa diturunkan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan

Teguh juga mengaku kalau sudah mengirimkan surat ke produsen pupuk agar menyediakan pupuk non subsidi untuk memenuhi kebutuhan petani meskipun harga pupuk non subsidi 3 kali lipat lebih mahal.

“Kita sudah mengirimkan ke Petro Kimia untuk menyediakan pupuk non subsidi, sebagai pendamping pupuk non subsidi,” jelasnya.

Selain itu Teguh juga menyarankan kepada petani untuk menggunakan pupuk jenis lainnya atau mengoptimalkan pupuk organik.

BACA JUGA :  Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan

“Soalnya lahan pertanian jika tidak ada pupuk juga susah, pasti produktifitas rendah,” pungkasnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra