Minggu, 19 September 2021

Pemerintah Pusat Pangkas Alokasi Pupuk Bersubsidi Jadi Penyebab Kelangkaan Pupuk di Mojokerto

Pupuk Bersubsidi, Lahan Pertanian
Foto lahan pertanian di Mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Mojokerto membuat petani semakin menjerit. Pengurangan jatah dari pemerintah pusat terhadap pasokan pupuk bersubsidi kabupaten Mojokerto menjadi penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian, Teguh Gunarko mengatakan, salah satu penyebab kelangkaan pupuk di kabupaten Mojokerto dikarenakan pemangkasan alokasi pupuk di kabupaten Mojokerto oleh pemerintah pusat sebanyak 60 persen.

BeritaLainnya

“Alokasi yang kita ajukan sebanyak 65 ribu ton, sedangkan sampai hari ini yang dikasihkan hanya 36 ribu ton,” ujar teguh kepada lenteramojokerto.com, Rabu (5/5/2021).

Menyikapi hal itu, dinas pertanian berupaya melakukan pengajuan ke dinas pertanian provinsi untuk menambah alokasi pupuk bersubsidi di kabupaten Mojokerto.

“Kita sudah mengajukan ke dinas pertanian provinsi, hanya saja prosesnya tidak bisa instan. Harus menunggu pengajuan dari setiap kabupaten baru bisa diturunkan,” jelasnya.

Teguh juga mengaku kalau sudah mengirimkan surat ke produsen pupuk agar menyediakan pupuk non subsidi untuk memenuhi kebutuhan petani meskipun harga pupuk non subsidi 3 kali lipat lebih mahal.

“Kita sudah mengirimkan ke Petro Kimia untuk menyediakan pupuk non subsidi, sebagai pendamping pupuk non subsidi,” jelasnya.

Selain itu Teguh juga menyarankan kepada petani untuk menggunakan pupuk jenis lainnya atau mengoptimalkan pupuk organik.

“Soalnya lahan pertanian jika tidak ada pupuk juga susah, pasti produktifitas rendah,” pungkasnya.

BeritaTerkait

Gaya Hidup

Berita Pilihan



Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Lewat ke baris perkakas