info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Dewan Menilai Kartu Tani Hanya Semakin Persulit Petani Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Kartu tani
Foto Gambar Ilustrasi

 

Kartu tani
Gambar Ilustrasi

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Kartu tani yang digadang mampu memberikan kemudahan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi nyatanya masih tidak bisa memberikan manfaat untuk petani di Mojokerto. Bahkan, Dewan Kabupaten Mojokerto menilai kartu yang sudah berlaku di pulau Jawa sejak tahun 2018 ini malah mempersulit petani.

“Persoalan kartu tani sendiri malah membuat petani semakin sulit, karena sekarang petani sudah tidak bisa lagi membeli pupuk eceran dengan tunai, sementara kebutuhan pupuk sangat mendesak,” ucap Abdul Hakim, anggota komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/5/2021).

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Hakim mengatakan kepada lenteramojokerto.com, bahwa kurangnya sosialisasi dan belum meratanya distribusi kartu tani kepada petani menjadi penyebab kartu tani tidak bisa memberikan kemudahan kepada petani secara maksimal di Mojokerto.

“Malah mempersulit petani, sejak adanya kartu tani petani semakin sulit mendapat pupuk subsidi. Soalnya petani yang pegang kartu tani masih sedikit, PPL Kecamatan juga kurang sosialisasi,” ucap hakim.

Politisi dari fraksi PKB juga menjelaskan, persoalan kelangkaan pupuk juga menjadi atensi dari komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto. Ia juga mengaku kelangkaan pupuk bersubsidi di Mojokerto ini dikarenakan pengurangan jatah pupuk subsidi oleh pemerintah pusat.

“Komisi 2 pernah sidak di gudang banyak stok akan tetapi rata rata non subsidi dikarenakan pupuk subsidi dari pemerintah pusat dikurangi jatahnya,” ujarnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra