ADVERTISEMENT

Pupuk Bersubsidi Langka, Manfaat Kartu Tani Di Mojokerto Dipertanyakan

Kartu Tani, pupuk langka
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Kartu Tani, pupuk langka
Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Kartu Tani yang diluncurkan oleh Kementrian Pertanian untuk mempermudah distribusi pupuk bersubsidi nyatanya masih belum bisa dirasakan petani di Kabupaten Mojokerto secara maksimal. pasalnya sampai saat ini, Senin (3/5/2021) kartu sakti yang ditujukan untuk kesejahteraan petani tersebut hanya mampu didistribusikan sekitar 7 persen dari jumlah petani Kabupaten Mojokerto.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, sampai hari ini distribusi kartu tani masih belum maksimal. Ia juga mengatakan hanya sekitar 5 ribu petani yang sudah mendapatkan kartu tersebut.

“Dari total 71,438 petani di Kabupaten Mojokerto hanya sekitar 3,000 sampai 5,000 petani yang dapat, sangat sedikit sekitar 7 persen,” kata Teguh saat diwawancara secara eksklusif oleh lenteramojokerto.com

Teguh juga menilai, lambatnya pihak percetakan kartu tani yang ditangani oleh pihak Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi penyebab kartu tersebut mengalami kendala dalam pendistribusian.

“Masalahnya pihak BNI yang mencetak kartu itu lambat, tugas kita hanya mendata petani ke Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) setelah itu yang mencetak pihak BNI, namun sampai hari ini yang dapat hanya 5000 petani,” jelasnya.

Adapun syarat untuk mendapatkan kartu tani Teguh menjelaskan, petani tersebut harus tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan). Lalu, petani harus mengumpulkan fotokopi e-KTP dan tanda kepemilikan tanah, bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Berita Terkait