info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Maraknya Tambang Ilegal, Polres Mojokerto Data Seluruh Galian C

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
data galian c mojokerto, galian c, beroperasi kembali
Foto Foto aktivitas pertambangan di desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto
data galian c mojokerto
Foto aktivitas pertambangan di desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Maraknya galian c yang diduga illegal di kawasan Kabupaten Mojokerto membuat Polres Mojokerto melakukan pendataan seluruh galian di wilayah hukumnya. Pendataanini dilakukan secara keseluruhan, baik galian c yang legal maupun illegal.

Banyaknya galian C yang baik legal maupun illegal menjadi perhatian Polres Mojokerto. Terlebih lagi, banyak masyarakat yang menolak keberadaan tambang karena diduga merusak lingkungan

BACA JUGA :  Akselerasi Baligh jadi Modus Terduga Pelaku Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto

“Karena berhubungan dengan lingkungan, pastinya menjadi perhatian kami,” ucap Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan titik pertambangan di 14 kecamatan wilayah Kabupaten Mojokerto. Lebih lanjut, pendataan ini dilakukan untuk memetakan persebaran pertambangan menyalahi aturan di wilayah hukum Polres Mojokerto yang berpotensi merusak lingkungan.

“Kami perlu ke lokasi untuk mengecek, baik itu legal maupun illegal,”

BACA JUGA :  Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Sooko, Keluarga Korban : Anak Saya Bercerita Sambil Menangis

Lebih lanjut, Andaru juga menjelaskan, aktivitas tambang di wilayahnya juga terdapat penambang dengan cara tradisional. Yakni, menggunakan cangkul dan linggis. Meskipun dengan cara tradisional, ia menilai cara ini juga rawan terjadi bencana alam seperti longsor.

“Kita himbau dululah agar tidak dilanjutkan (menambang) untuk yang tidak memakai alat berat, khawatirnya malah terkesan tumpul ke bawah, ini yang tidak kita inginkan,’’ paparnya.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto Naik ke Tahap Penyidikan, SPDP Sudah Diterima Kejari

Sebaliknya, Kasat yang belum genap satu bulan bertugas di Kabupaten Mojokerto memastikan, pihaknya bakal menindak tegas pelaku tambang yang menggunakan alat berat tanpa dilengkapi izin. Hal ini dilakukan karena melanggar aturan yang berlaku. Sesuai UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Dengan ancaman hukumannya maksimal Rp 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra